Saat wawancara kerja dengan AI, Mosley mengatakan bahwa teknologi tersebut dapat dilatih untuk mengabaikan praduga-praduga tertentu dan mencari praduga lain untuk menghilangkannya.
Mengambil pendekatan tersebut dapat membantu manusia untuk melindungi diri dari kecenderungan alamiahnya. Namun, untuk melakukannya dengan benar, penting untuk memiliki perlindungan seputar penggunaan AI.
Itulah sebabnya perusahaan yang mempraktikkan wawancara kerja dengan AI harus memiliki tim etika yang terdiri atas perwakilan dari departemen hukum dan SDM untuk fokus pada masalah kebersihan data dan kebersihan algoritma.
Baca Juga: Siap-siap, Fenomena Revenge Quitting alias Berhenti Bekerja Tiba-tiba akan Ramai Tahun 2025
Ini dilakukan untuk mencegah manusia mengandalkan AI yang bahkan dapat berisiko meningkatkan prasangka pada manusia.
“Jika kamu melakukan program pada AI sesuai dengan pradugamu sendiri, maka AI akan menirunya. Namun, jika kamu menghindari prasangka yang ada, maka AI bisa melewatinya,” katanya.
Jadi, jika pewawancara kerja tak ingin digantikan oleh AI, belajarlah untuk menghindari praduga agar mendapatkan kandidat terbaik. Dengan demikian para pencari kerja pun bisa diuntungkan. (Elga Windasari)