Untuk mengatasi praduga tersebut, tentu saja harus ada perubahan dari pihak pewawancara. Untungnya ketika menyadari bahwa mereka mungkin bersikap lebih keras di sore hari, para pewawancara akan mengambil sikap untuk menghilangkan kecenderungan tersebut.
“Dalam banyak kasus, kami benar-benar melihat bahwa umpan balik yang kami berikan membantu mengurangi praduga, dan pada akhirnya menghilangkannya sama sekali,” kata Danoch.
Namun, di luar sana masih banyak pewawancara yang tidak mendapatkan feedback mengenai cara perekrutan mereka. Mereka merasa itulah yang terbaik untuk menemukan talenta yang tepat.
Baca Juga: HUAWEI Pura 70 Ultra: Smartphone Canggih untuk Kreativitas Tanpa Batas Buat Kamu yang Suka Ngonten
Jadi, ia berharap hasil temuannya ini diketahui oleh semakin banyak pewawancara kerja.
Lagipula, peneliti lain telah mengidentifikasi bagaimana waktu dalam sehari dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Salah satu faktornya adalah orang tersebut suka bekerja di pagi hari atau di malam hari.
Bagi pewawancara kerja, Danoch berharap mereka dapat mengambil langkah-langkah untuk mengatasi bias yang dilakukannya untuk ke depan.
“Sebelum melakukan wawancara di sore hari, luangkan waktu sedikit lebih lama untuk mempersiapkan diri, minum secangkir kopi, menyegarkan diri,” katanya. (Elga Windasari)