kubikel

Slow Living di Dunia Kerja Menjauhkan Diri dari Tuntutan untuk Bekerja Berlebihan

Kamis, 9 Januari 2025 | 22:04 WIB
Ilustrasi: Slow living mengajarkan bahwa hidup bukan soal mengejar waktu, tetapi lebih kepada menikmati momen yang ada. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Mungkin slow living seringkali dikaitkan dengan gaya hidup yang penuh estetika, padahal faktanya prinsip hidup ini lebih dari sekadar yang terlihat di media sosial.

Gerakan ini mengajak untuk hidup berkelanjutan dengan bijaksana dalam segala aspek, mulai dari pola makan hingga cara bekerja.

Slow living sendiri berfokus pada cara hidup yang menghormati alam dan tubuh sendiri. Gaya hidup ini mengajarkan bahwa hidup bukan soal mengejar waktu, melainkan lebih kepada menikmati momen yang ada.

Baca Juga: Buat Kevin Ardilova, Ketindihan Bukan Sekadar Film Jumpscare buat Nakut-nakutin Penonton

Salah satu contohnya adalah membeli barang lebih sedikit, tetapi dengan kualitas yang baik dan tahan lama.

Slow living mengajarkan tentang “cukup”

Dengan mengutamakan nilai-nilai yang penting dalam hidup, slow living mengajarkan untuk hidup lebih bermakna tanpa terburu-buru.

Dengan berfokus pada kualitas, bukan kuantitas, kamu akan merasa cukup dengan apa yang sudah dimiliki dan menghargai setiap hal yang ada.

Ini ternyata juga bisa berpengaruh pada cara bekerja, yang membuat kamu jadi lebih berfokus pada hal-hal yang memberikan dampak pada pekerjaan.

Apa yang dimaksud kerja lambat?

Baca Juga: Google Buka Lowongan Kerja Creator Collaborations Lead, Tanpa Batasan Usia!

Kerja lambat adalah bekerja cerdas, bukan bekerja lebih keras, dengan kesadaran yang mendalam untuk menghasilkan yang terbaik.

Penerapan konsep ini memungkinkan kamu melakukan pekerjaan yang lebih sedikit, tetapi tetap dengan kualitas yang lebih tinggi.

Cara kerja ini akan menjauhkan kamu dari budaya kerja yang sering kali menuntut untuk bekerja berlebihab atau lembur, yang membuat tubuh kelelahan.

Penelitian menunjukkan bahwa setelah bekerja lebih dari 20 jam seminggu, produktivitas justru akan menurun.

Halaman:

Tags

Terkini