Salah satu masalah saat menjadikan hobi sebagai pekerjaan adalah membuat orang sibuk mencari pekerjaan impian dan mengalami ketidakpuasan dengan pekerjaan saat ini.
Fantasi untuk melakukan apa yang disukai sehingga tidak pernah merasa harus bekerja juga bisa menimbulkan perasaan bersalah atau bahkan malu.
Ini terutama terjadi di era media sosial ketika banyak kreator membagikan semua hal yang menarik dari karir mereka, tetapi sedikit sekali yang menceritakan sisi negatifnya.
Baca Juga: Gunakan Target SMART Agar Proses Pencapaiannya Menjadi Lebih Efektif dan Produktif
Psikolog Lauren Appio juga percaya bahwa istilah menjadikan hobi sebagai pekerjaan dapat digunakan untuk merendahkan pekerjaan yang kreatif, atau pekerjaan yang digerakkan oleh misi.
“Kita semua bekerja untuk mendapatkan uang. Bahkan, jika kita melakukan pekerjaan secara gratis, kita semua layak dibayar dengan baik untuk pekerjaan yang dilakukan,” ujarnya.
Namun, istilah ini ada benarnya
Pelatih karir Jasmine Escalera percaya bahwa pekerjaan yang mengintegrasikan keterampilan atau tugas yang dikuasai, memang dapat membuat kamu merasa terinspirasi dan seolah-olah tidak bekerja sama sekali.
“Budaya perusahaan juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari menikmati pekerjaan,” kata Escalera.
Baca Juga: Lowongan Kerja: General Affair di Samsung Electronics Indonesia, Penempatan di Cikarang
Jadi, ia menyarankan untuk tidak hanya mencari pekerjaan yang disukai, tetapi carilah lingkungan yang memungkinkan kamu menjadi versi diri yang paling sukses. Yaitu, yang membuat kamu tidak pernah merasa harus bekerja setiap hari dalam hidup.
Cari pekerjaan yang disukai dan perusahaan yang menghargai usaha kamu, lalu sediakan waktu untuk hobi dan aktivitas di luar pekerjaan.
Jika kamu ingin menemukan makna dalam pekerjaan, lebih baik temukan pekerjaan yang memberi kegembiraan dan tujuan setiap hari, sehingga kamu akan selalu memiliki sesuatu untuk dinantikan. (Elga Windasari)