5. Bisa fokus pada pekerjaan
Salah satu keuntungan terbesar menjadi individual contributor adalah bisa masuk ke dalam "flow state"—keadaan di mana kamu sangat fokus sehingga waktu terasa berlalu begitu saja. Ini sulit dicapai jika kamu seorang manajer yang harus bolak-balik mengurus rapat dan komunikasi tim.
6. Lebih fleksibel dalam mengatur waktu
Sebagai manajer, kalendermu mungkin akan penuh dengan meeting, one-on-one dengan anggota tim, dan berbagai rapat strategis. Jika kamu lebih suka bekerja dengan waktu yang fleksibel dan minim gangguan, menjadi individual contributor bisa membuat kamu bekerja lebih produktif.
Baca Juga: Lirik Peluang Usaha Ramah Lingkungan, Anita Egyanti Olah Limbah Jati Jadi Produk Multifungsi
7. Punya otonomi lebih besar
Semakin ahli kamu dalam bidangmu, semakin besar kepercayaan yang diberikan oleh perusahaan. Individual contributor dengan keahlian mendalam sering kali memiliki kebebasan dalam cara mereka bekerja, berbeda dengan manajer yang harus mengikuti kebijakan perusahaan dalam mengelola tim.
Pada akhirnya, pilihan antara tetap menjadi individual contributor atau masuk ke posisi manajerial harus disesuaikan dengan minat dan kelebihanmu.
Jika kamu lebih menikmati pekerjaan teknis, lebih suka bekerja secara mandiri dan merasa tidak nyaman dengan beban kepemimpinan, tidak ada salahnya tetap berada di jalur ini.
Menjadi individual contributor juga bukan berarti karirmu akan stagnan. Justru, jika kamu menekuni bidangmu dengan baik, kamu bisa menjadi seorang ahli yang berpengaruh dan tetap mendapatkan penghargaan serta pengakuan.