kubikel

8 Ciri Kepribadian Ambivert, Perpaduan Menguntungkan antara Introvert dan Ekstrovert

Selasa, 25 Februari 2025 | 08:31 WIB
Ilustrasi: Orang dengan kepribadian ambivert bisa mengimbangi orang introvert yang cenderung suka sendiri maupun orang ekstrovert yang gemar berinteraksi ke luar. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Kamu pasti sudah tahu tipe kepribadian introvert dan ekstrovert. Namun, pernahkah kamu mendengar tentang ambivert?

Menurut Stefan Falk, pakar psikologi tempat kerja, orang dengan kepribadian ambivert memiliki kecenderungan introversi dan ekstroversi.

Mereka dapat mengimbangi kecenderungan orang introvert untuk melakukan refleksi ke dalam dan kecondongan ekstrovert yang suka berinteraksi ke luar sesuai situasi.

Baca Juga: Peluang Berkarir di Ajinomoto Indonesia Bagi Lulusan S1 Farmasi! Deadline Lamaran Tanggal 31 Maret 2025!

Orang ambivert ambisius dan berorientasi pada tujuan. Ini karena kemampuan pengamatannya yang tajam, sehingga bisa membantu melihat gambaran yang lebih besar dan potensi jebakan yang ada.

Berikut adalah ciri-ciri ambivert, tipe kepribadian yang lebih sukses daripada ekstrovert dan introvert.

1. Sangat selektif dalam kehidupan sosial

Orang ambivert tidak mencari interaksi hanya untuk kepentingannya, tetapi dengan hati-hati mempertimbangkan peluang mana yang sesuai dengan tujuan, nilai, dan energi dalam dirinya. Ini memungkinkan mereka untuk mampu berkontribusi dalam setiap interaksi.

2. Mengubah kesendirian jadi kekuatan super

Waktu sendirian tidak hanya membuat mereka rileks, tetapi juga produktif. Mereka menggunakan saat sendiri untuk memproses, merenung dan merencanakan, bukan sebagai pelarian.

Baca Juga: Danantara Resmi Berdiri: Presiden Prabowo Luncurkan Badan Pengelola Investasi Nasional untuk Kemajuan Indonesia

Setelah menjalani kesibukan dalam sehari, mereka memilih sendiri untuk mengisi ulang tenaga sehingga bisa kembali muncul dengan lebih segar.

3. Fasih berbicara dalam bahasa introvert dan ekstrovert

Mereka sangat mudah beradaptasi, dan terampil dalam menyesuaikan pendekatan agar sesuai dengan energi atau preferensi orang lain.

Ini membuat mereka merasa nyaman untuk melakukan deep conversation dengan orang introvert, dan terlibat dalam diskusi yang intens dengan orang ekstrovert.

Halaman:

Tags

Terkini