Pejuangkantoran.com – Sempat beredar belakangan ini sebuah kisah inspiratif dari seorang HRD yang menceritakan bagaimana ia menyeleksi calon karyawan dan dengan cara yang tidak umum.
Diceritakan si orang HRD ini menemui salah seorang yang akan dia wawancara, jika dilihat dari CV-nya tidaklah menjanjikan. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)-nya tak lebih dari 2,9. Berasal dari kampus swasta (tanpa bermaksud merendahkan kampus swasta, tapi karena memang proses SNBT untuk masuk perguruan tinggi negeri itu memang nightmare bagi lulusan SMU/SMK).
Kandidat ini tak punya pengalaman kerja maupun internship. Tidak punya pengalaman organisasi. Penampilannya tidak menarik karena kemejanya kedodoran. Namun si HRD ini melihat tekad yang sangat kuat di sorot mata si kandidat.
Ketika wawancara, baru ketahuan bahwa dia telat lulus 1 tahun. Bukan karena malas, namun si kandidat ini kuliah sambil mengurus ibunya yang kena stroke. Belum lagi ia juga menyambi jualan gas 3 kilogram dengan omset Rp 12 juta dan margin Rp 2 juta per bulan. Ini digunakannya membantu orang tuanya meringakan biaya kuliahnya.
Semua itu terungkap dalam wawancara, tidak tercantum dalam CV. Bahkan kesempatan wawancara tersebut adalah kesempatan terakhirnya setelah 7 kali gagal dalam wawancara.
Hebatnya, meskipun gagal dalam wawancara sebelumnya, kandidat ini selalu minta feedback dari pewawancara tentang apa yang kurang dari dia dan dia catat serta ia cantumkan rencana solsuinya.
Akhirnya dengan penuh keyakinan si HRD ini menerima kandidat ini untuk bekerja. Pertimbangannya bukan karena semata apa yang ada di atas kertas CV, namun si HRD ini menerima karena faktor grit atau keluletan.
Dan benar, kandidat ini menjadi karyawan dengan capaian terbaik dalam 6 bulan kerja, masih mengurus ibunya, dan masih terus belajar dengan semangat setiap harinya.
Baca Juga: Benarkah Keberuntungan Lebih Menentukan Kesuksesan ketimbang Usaha dan Kerja Keras?
5 Karakter
Grit atau keluletan menurut psikolog Angela Duckworth adalah kegigihan dan gairah untuk tujuan jangka panjang. Kegigihan dalam berusaha ini membantu orang mengatasi rintangan atau tantangan dalam mencapai prestasi dan mendorong orang untuk berprestasi.
Ada 5 karakteristik dalam grit (keuletan) yang bisa dijadikan sebagai patokan, seperti yang dimuat dalam laman forbes.com.
- Keberanian
Keberanian itu memang sulit diukur. Namun keberanian adalah kemampuan seseorang untuk mengelola rasa takut akan kegagalan. Dan ini sangat penting dan menjadi prediktor keberhasilan.
- Kehati-hatian
Ada lima sifat karakter inti yang menjadi asal semua kepribadian manusia, yaitu Keterbukaan, Kehati-hatian, Ekstroversi, Keramahan, dan Neurotik. Menurut Duckworth, sifat kehati-hatian adalah yang paling erat kaitannya dengan keluletan (grit).
Artikel Terkait
Jangan Salah Pilih Teman, Ini 3 Tipe Teman yang Bisa Mempengaruhi Kesuksesan Dirimu
Cara Menjawab Pertanyaan “Bagaimana Kamu Mendefinisikan Kesuksesan?” saat Wawancara Kerja
Begini Contoh Jawaban Jika Ditanya: “Bagaimana Kamu Mendefinisikan Kesuksesan?” saat Interview
8 Bakat Alami Berikut Ini Menunjukkan Bahwa Kamu Bakal Sukses Dalam Dunia Penjualan
Sekarang, AI Bisa Memprediksi Kesuksesan Karir Hanya dari Analisis Foto Wajah Seseorang
Tak Perlu Grogi saat Menghadapi Panel Interview, Lakukan 5 Tips Berikut agar Sukses Melaluinya!
Tak Mudah Jadi Pemimpin Rapat, Ini 9 Cara Agar Bisa Mengakhiri Rapat dengan Sukses dan Efektif