Setelah kamu kembali menemukan diri sendiri saat berlibur, kamu akan kembali ke tempat kerja dengan lebih bersemangat.
Kamu jadi lebih fokus pada pekerjaan yang dapat mengarah pada peluang pengembangan karir lebih lanjut.
Namun, tak sedikit orang yang justru memutuskan untuk resign setelah liburan karena baru menyadari bahwa pekerjaan yang saat ini dijalani, bukanlah pekerjaan yang cocok untuknya.
Baca Juga: The 'Lipstick Effect': Daya Beli Turun tapi Banyak Warga yang Masih Bisa Liburan, Kok Bisa Sih?
Apakah hal tersebut buruk? Tentu saja tidak. Karena terus bertahan di pekerjaan yang tidak disukai atau bukan passion kamu bisa membuat hormon stres lebih mudah meningkat.
Dampak dari hal tersebut adalah kamu jadi lebih mudah sakit, baik sakit ringan maupun sakit berat dalam jangka panjang. Bahkan, dengan melakukan liburan secara rutin belum tentu bisa menghilangkan dampak tersebut.
Jika memang waktu liburan membuat pikiran kamu lebih terang dan hasilnya adalah keputusan untuk resign, artinya itulah yang terbaik untuk kamu. (Elga Windasari)