Kesimpulan dari penelitian ini bukan berarti kamu tidak boleh mengakui sedang merasa stres di tempat kerja, tetapi lebih baik kamu memperhatikan cara mengekspresikannya.
Psikolog dan pelatih eksekutif Lauren Appio mengatakan, daripada bersikap pasif-agresif dengan bilang kamu stres, tetapi mencoba untuk tetap tegar, lebih baik sampaikan apa kebutuhan kamu secara langsung.
Baca Juga: Rekomendasi 3 Action Camera Ideal buat Merekam Momen Hari Raya, Harga Rp 6-8 Jutaan
Katakan kepada rekan satu tim kalau kamu kewalahan dan benar-benar perlu menyesuaikan beban kerja. Atau sebaliknya, sampaikan bahwa kamu sangat bangga bisa terpilih untuk proyek ini, meski membuat kamu merasa stres.
Ingatlah, jika kamu stres, kemungkinan besar rekan kerja juga stres. Jadi, jangan lupa untuk menanyakan kabarnya sehingga kamu tak hanya terlihat sedang menyombongkan diri, tetapi sedang melakukan sesi curhat dengannya.
Bagaimana jika rekan kerja yang melakukannya?
Jika kamu bekerja dengan orang yang suka menyombongkan diri, kamu harus melindungi diri karena sikap tersebut bisa menular ke orang lain di tempat kerja.
Baca Juga: Bukan Sekadar untuk Makan, Istirahat Makan Siang Juga Penting untuk Menumbuhkan Kebersamaan
Dalam percobaan lain untuk penelitian Rodell, ditemukan bahwa karyawan yang bekerja dekat dengan rekan kerja yang suka mengumbar stres, melaporkan tingkat stres dan kelelahan yang lebih tinggi.
“Semakin sering kamu bersama rekan kerja yang sering bilang stres, semakin besar kemungkinan kamu akan merasa stres,” kata Rodell.
Bahkan, dalam kasus terburuk, ini bisa menciptakan tempat kerja yang mengharapkan kamu untuk stres dan menghargai stres tersebut. (Elga Windasari)