Pejuangkantoran.com – Melakukan feedback atau umpan balik kepada anggota tim penting, karena itu harus dilakukan secara rutin. Kenapa harus dialkukan secara rutin, karena performa setiap anggota tim harus selalu dijaga.
Feedback itu pada dasarnya untuk mengevaluasi kinerja setiap individu perkerja, dari top manajemen hingga karyawan garda depan. Entah kinerjanya baik atau buruk, tetap harus dilakukan.
Ketika baik, pasti harapannya ke depan kinerja ini minimal dipertahankan dan ditingkatkan. Apalagi ketika kinerjanya buruk, maka harus ditemukan mana yang harus diperbaiki dan bagaimana cara memperbaikinya.
Berbagai cara umpan balik atau feedback telah dipraktikkan oleh banyak organisasi. Salah satunya adalah Sandler Feedback.
Baca Juga: 10 Langkah yang Harus Dilakukan Oleh Supervisor Dalam Melakukan Feedback yang Efektif
Awalnya utuk mendukung penjualan
Sandler Feedback dikembangkan oleh David Sandler, pendiri Sandler Training, sebuah perusahaan pelatihan penjualan yang terkenal. David Sandler adalah seorang pelatih penjualan dan pengusaha yang dikenal dengan metodologi penjualan yang berfokus pada hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan dan pendekatan yang lebih empatik.
Metode Sandler Feedback awalnya diterapkan dalam konteks penjualan, untuk membantu para penjual (sales person) memberikan umpan balik yang konstruktif kepada klien mereka. Namun konsep ini kemudian juga dapat diterapkan dalam berbagai situasi manajerial dan profesional lainnya.
Tujuan utama dari pendekatan Sandler Feedback ini adalah untuk memberikan umpan balik yang seimbang, efektif, dan tidak membuat orang yang menerima umpan balik merasa diserang atau dipertanyakan kemampuannya.
Pendekatan Sandler Feedback mengintegrasikan prinsip Positif - Konstruktif - Positif atau yang lebih dikenal dengan istilah sandwich feedback, yang membantu orang lebih terbuka terhadap kritik dan saran perbaikan.
Baca Juga: Feedback Bukan untuk Menghakimi, yang Bisa Berdampak Negatif Jika Dilakukan Kurang Tepat
Langkah-langkah Sandler Feedback
Bagaimana langkah-langkah yang ditempuh Sandler Feedback untuk melakukan umpan balik? Berikut ini struktur Sandler Feedback (Positif - Konstruktif - Positif):
- Positif: Mulailah dengan pujian atau pengakuan atas hal-hal yang dilakukan dengan baik. Ini membantu menciptakan suasana yang positif dan membuka pintu bagi penerima umpan balik untuk lebih terbuka.
- Contoh: "Saya sangat menghargai usaha kamu untuk menyelesaikan laporan ini dengan cepat dan detil. Ini sangat membantu tim untuk melanjutkan proyek."
- Konstruktif: Kemudian, beri umpan balik yang lebih kritis dan fokus pada area yang perlu perbaikan, dengan menawarkan saran atau solusi yang jelas.
- Contoh: "Namun, ada beberapa informasi dan data yang tidak akurat dalam laporan tersebut. Sebaiknya kamu bisa lebih memeriksa dua kali sebelum mengirimkan tulisan, terutama di bagian analisis angka."
- Positif (Lagi): Akhiri dengan memberikan dukungan, dorongan, atau pengakuan atas potensi atau perbaikan yang dapat dicapai. Hal ini membantu menjaga motivasi dan memberikan kepercayaan diri kepada orang tersebut untuk melakukan perbaikan.
- Contoh: "Saya yakin dengan sedikit perhatian lebih pada detail, laporan kamu akan lebih sempurna. Kamu memiliki potensi besar untuk terus berkembang dalam pekerjaan ini, dan saya percaya kamu bisa melakukannya."