PejuangKantoran.com - Siapa yang suka—atau pernah—tidak jujur saat menulis CV atau resume? Kalau kamu salah satu yang pernah melakukannya, kamu tidak sendirian.
Ternyata, berbohong saat melamar pekerjaan lebih umum dilakukan daripada yang dibayangkan banyak orang. Paling tidak, itulah temuan dari survei Resume Builder yang dilakukan pada Januari 2025 terhadap 2.000 orang Amerika yang melamar pekerjaan.
1 dari 4 pencari kerja berbohong di CV
Di antara para pencari kerja, sebanyak 24% telah berbohong saat menulis CV. Kebohongan yang paling sering ditulis adalah sebagai berikut:
Baca Juga: Transjakarta Tetap Beroperasi Selama Libur Lebaran 2025, Ini Informasi Layanannya
• Pengalaman kerja bertahun-tahun (38%)
• Keterampilan dan kemampuan yang dimiliki (34%)
• Lama posisi yang dipegang (32%)
Menurut survei, Milenial menjadi generasi yang paling mungkin berbohong di CV mereka, di mana 29% orang melaporkan pernah melakukannya.
Sementara pada generasi lain, 20% berasal dari Gen Z, 27% Gen X, dan 13% Baby Boomers.
Selain itu, kemungkinan laki-laki untuk berbohong di CV mereka lebih besar daripada perempuan. Hasil surveinya adalah 30% vs. 20%.
Berbohong juga dilakukan saat wawancara kerja
Ternyata, kebohongan tak hanya dilakukan pencari kerja saat menulis CV. Namun, bisa juga berlanjut hingga wawancara kerja. Kebohongan yang paling umum dilakukan mengenai:
Baca Juga: 1 Juta AgenBRILink di Berbagai Wilayah Jadi Andalan untuk Transaksi Perbankan selama Mudik Lebaran
• Keterampilan dan kemampuan diri (41%)
• Tanggung jawab pada pekerjaan sebelumnya (32%)
• Pengalaman kerja bertahun-tahun (31%)
Sekali lagi, Milenial adalah generasi yang paling mungkin berbohong saat melamar pekerjaan, di mana ada 24% orang yang melakukannya. Sementar Baby Boomers menjadi generasi yang paling sedikit, yaitu 8%.
Lalu, ada lebih banyak pria, yaitu sebanyak 23%, yang berbohong saat wawancara kerja, daripada perempuan yang hanya 16%.