Proses perekrutan harus diperbaiki
Chief Career Advisor Resume Builder Stacie Haller mengatakan bahwa berbohong selama proses perekrutan dapat menciptakan masalah kepercayaan jangka panjang dan merusak reputasi si pelaku.
“Begitu terungkap, kebohongan itu tidak mudah dilupakan dan kepercayaan sulit untuk dibangun kembali," katanya.
Namun, ini tak seluruhnya salah para pencari kerja. Menurutnya, proses perekrutan modern sering mendorong orang untuk salah menggambarkan diri mereka sendiri.
Baca Juga: Fenomena Pemalakan THR Idulfitri oleh Ormas: Masalah Sosial dan Hukum yang Meresahkan
Perilaku tersebut juga diperparah dengan pergeseran masyarakat, yang menormalisasi ketidakjujuran. Bahkan, berbohong saat melamar pekerjaan sudah menjadi kebutuhan agar bisa bersaing di pasar kerja.
Haller menyarankan, “SDM perlu meninjau praktik perekrutan mereka untuk menghilangkan frustrasi pada umumnya, seperti pengalaman bertahun-tahun yang tidak sesuai dengan keberhasilan seseorang dalam posisi yang dilamar.”
Dengan melakukan peningkatan di sisi perekrutan, diharapkan para pencari kerja dapat mengurangi keinginan mereka untuk berbohong saat melamar pekerjaan. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Untuk Apa dan Kapan Harus Mengirim Email Berisi Ucapan Terima Kasih setelah Wawancara Kerja?
Sutradara dan Penulis Skenario Norma Antara Mertua dan Menantu Sebut Tak Fokus Pada Perselingkuhan
Jam dan Lokasi One Way, Contraflow, hingga Ganjil Genap untuk Arus Mudik 29-30 Maret 2025
4 dari 10 Orang Mendapatkan Pekerjaan dengan Tidak Jujur, Apa yang Harus Dilakukan Perusahaan?
Tidur Setelah Tengah Malam Tak Baik, Tapi Ada yang Bisa Kamu Lakukan agar Tetap Lebih Sehat
Saat Harus Membicarakan Topik yang Serius, Coba Lakukan Sambil Berjalan Kaki agar Lebih Santai
Lakukan Brisk Walk atau jalan Cepat, Olah Raga Mudah Dengan Manfaat yang Melimpah!