Pejuangkantoran.com - Sejak kecil, kamu pasti diberitahu oleh orang tua bahwa tidak jujur bukan perbuatan baik.
Sayangnya, saat beranjak dewasa, kamu mungkin menemukan bahwa tidak jujur bisa membawa keuntungan pada diri kamu. Salah satunya adalah mendapatkan pekerjaan.
Survei yang dilakukan Resume Builder pada Januari 2025, terhadap 2.000 orang Amerika yang melamar pekerjaan, mendapatkan hasil bahwa 4 dari 10 orang telah mendapatkan pekerjaan akibat tidak jujur.
Banyak yang tidak jujur, sedikit yang ketahuan
Tidak jujur dalam proses perekrutan, ternyata cukup lazim. Ini karena banyak pencari kerja yang ternyata berhasil mendapatkan tawaran pekerjaan dengan tidak jujur.
Di antara peserta survei yang mengaku tidak jujur, 36% melaporkan berhasil mendapatkan pekerjaan dan 28% mempertahankan posisi mereka saat ini dengan tidak mengatakan yang sebenarnya.
Bagi banyak pencari kerja, ketidak jujuran telah terbukti memberikan keuntungan dalam memajukan karir mereka.
Faktanya, sebanyak 64% percaya bahwa dengan tidak jujur, hal itu membantu mereka mencapai target secara profesional.
Baca Juga: Sia-sia! Dalam Survei Kepuasan Karyawan, 47% Karyawan Ternyata Cenderung Tidak Jujur
Sementara 25% pekerja mengatakan bahwa dengan tidak jujur memungkinkan mereka untuk mendapatkan gaji yang lebih tinggi daripada yang seharusnya mereka peroleh.
Terlepas dari prevalensi ketidak jujuran, hanya 12% yang menghadapi dampak atas tindakan mereka.
Beberapa pekerja ada yang mengalami konsekuensi langsung atas keyidak jujuran mereka.
Ada sebanyak 4% yang tawaran pekerjaannya dibatalkan, 2% dipecat setelah mulai kerja, dan 5% mendapatkan teguran dengan tetap diizinkan bekerja dengan posisi saat ini.
Dalam kasus yang jarang terjadi, 1% pekerja harus berjuang di posisi tersebut karena mereka kurang memenuhi syarat berkat kebohongan yang dibuat di resume.