PejuangKantoran.com - Niatnya mau tinggal bersama teman dengan mengontrak rumah atau sewa apartemen karena merasa sudah sangat mengenalnya. Tetapi giliran beberes rumah, ternyata teman-temanmu cuma leha-leha?
Kalau kamu mengalaminya, sepertinya kamu sudah jadi "Cinderella Roommate". Istilah ini berasal dari podcast The Psychology of Your 20s, di mana host Jemma Sbeg menyebut orang yang kebagian beban rumah tangga paling banyak sebagai Cinderella.
Sama seperti di kisah dongengnya, si Cinderella ini harus mengurus semua pekerjaan rumah, sementara yang lain pura-pura nggak lihat atau malah menganggap bodo amat kalau rumah jadi berantakan karena tidak ada yang mau beberes.
Baca Juga: Baru Berdiri Tahun 2019, Produk Minyak Telon Habbie Sasar Ekspansi Bisnis Ke Luar Negeri
Masalah ini bukan cuma soal kebersihan rumah, tapi juga bisa berdampak ke kesehatan mental dan emosional. Nah, supaya tidak terjebak dalam peran ini terus-menerus, yuk bahas mengapa jadi Cinderella Roommate itu merugikan dan bagaimana cara mengatasinya.
1. Bisa sangat menguras energi
Saat kamu memutuskan tinggal bersama teman, ingat bahwa rumah kamu merupakan campuran kepribadian, jadwal, dan kebiasaan, di mana setiap orang punya cara berbeda untuk tinggal.
Berbagi tempat tinggal berarti berbagi tanggung jawab, bukan cuma berbagi biaya sewa. Sayangnya, selalu saja ada satu orang yang akhirnya mengerjakan semuanya—mulai dari nyapu, ngepel, buang sampah, sampai nyuci piring yang bukan miliknya.
Bayangkan pulang ke rumah setelah capek bekerja, tapi malah harus beberes sendirian karena nggak tahan lihat piring numpuk. Lama-lama, rumah yang harusnya jadi tempat istirahat malah terasa seperti beban tambahan.
2. Memikul “beban tak terlihat”
Baca Juga: Guru Besar UGM Diduga Lakukan Pelecehan Seksual pada Mahasiswa Bimbingan Skripsi
Bukan cuma pekerjaan fisik, Cinderella Roommate juga sering harus memikirkan banyak hal yang diabaikan teman sekamar, seperti kapan harus beli sabun cuci atau tisu toilet, siapa yang terakhir kali bayar tagihan listrik, atau kapan harus membersihkan kulkas.
Ini disebut "beban tak terlihat", yaitu tanggung jawab mental yang melelahkan tapi sering dianggap remeh. Capek kan, kalau kamu yang harus mikirin semua?
Studi dalam Australian Journal of Psychology (2020) menunjukkan bahwa pekerjaan rumah lebih efektif dibagi ketika dilakukan tanpa paksaan. Sayangnya, dalam banyak kasus, ketidakseimbangan ini terus terjadi karena orang-orang terbiasa mengandalkan si Cinderella.
3. Sulit membagi tugas pada yang lain