Dalam kalimat pembuka, tuliskan ucapan terima kasih kepada rekruter atas waktunya dan kesempatan untuk mendiskusikan pekerjaan yang kamu lamar lebih lanjut. Pertegas antusiasme kamu untuk posisi tersebut dan perusahaan.
4. Sebutkan poin-poin spesifik dari wawancara
Menyebutkan sesuatu yang spesifik dari percakapan kamu dan rekruter saat wawancara kerja akan membantu membuat email tersebut terasa lebih pribadi.
Baca Juga: Peluang Beasiswa Bagi Guru Agama dan Dosen Untuk Lanjut Studi di Dalam dan Luar Negeri!
Misalnya saja, minat bersama atau poin dalam diskusi yang beresonansi dengan kamu.
Ini tidak hanya menunjukkan perhatian kamu terhadap detail, tetapi juga memperkuat hubungan yang mulai kamu bangun.
5. Sorot kualifikasi kamu
Ingatkan rekruter mengapa kamu cocok untuk pekerjaan itu dengan merangkum secara singkat kualifikasi dan pengalaman yang relevan dengan diri kamu. Ingatlah untuk menjaga bagian ini tetap ringkas dan fokus.
6. Mengatasi masalah apa pun
Jika ada kekhawatiran atau kesalahpahaman selama wawancara kerja, ini adalah kesempatan untuk memberikan kejelasan.
Namun, pastikan untuk selalu tetap positif dalam memberikan penjelasan agar tidak justru semakin menimbulkan salah paham atau terlihat seperti sedang membela diri.
Baca Juga: Dari Coba-coba, Suryani Sukses Jalankan Sembako dan Bensin Eceran Lewat Pendanaan KUR BRI
7. Tutup dengan catatan positif
Akhiri email dengan mengungkapkan harapan kamu untuk segera mendengar kabar dari pihak rekruter dan kamu menantikan langkah selanjutnya.
Terakhir, beri salam secara profesional, dengan menulis "Salam Terbaik" atau "Hormat Saya", diikuti dengan nama lengkap kamu.
Semoga email ucapan terima kasih ini bisa membuat kesempatan kamu diterima kerja menjadi lebih besar. (Elga Windasari)