kubikel

Saat ini Reverse Mentorship Mulai Banyak Dijalankan Oleh Perusahaan. Apa Itu dan Apa Manfaatnya?

Minggu, 1 Juni 2025 | 15:32 WIB
Reverse mentoring mulai banyak dilakukan terutama jika terkait dengan teknologi digital. (Freepik)

Pengetahuan ini bisa membantu pemimpin senior membuat kampanye yang lebih berdampak dan menyasar audiens dengan cara yang tepat.

Perspektif segar dari karyawan baru juga membantu dalam proses pengambilan keputusan yang lebih strategis dan modern.

  1. Meningkatkan keragaman dan inklusi

Perusahaan global menggunakan reverse mentorship untuk memahami isu yang dihadapi kelompok atau komunitas minoritas.

Melalui program ini, para pemimpin senior bisa merancang kebijakan yang lebih inklusif dan menghindari cara yang berpotensi menyinggung sensitivitas budaya.

  1. Membangun budaya belajar berkelanjutan

Memasangkan mentor dan mentee berdasarkan keterampilan yang ingin dikembangkan, mendorong terciptanya budaya belajar yang mengutamakan perkembangan kemampuan, bukan berdasarkan jabatan atau senioritas.

Selain itu, reverse mentorship juga bisa memberi panggung bagi karyawan baru untuk terlibat dalam proses penting di perusahaan.

Baca Juga: Karyawan Senior Vs Karyawan Yunior, Bisakah Belajar Satu Sama Lain?

Tantangan dan pentingnya dukungan dari pimpinan

Meskipun potensinya besar, reverse mentorship bisa gagal jika tidak dijalankan dengan serius.

Salah satu tantangan utama adalah kurangnya komitmen dari eksekutif senior atau rasa kurang percaya diri dari karyawan junior saat menyampaikan saran.

Banyak program gagal karena pimpinan tidak memprioritaskan pertemuan atau sesi mentoring.

Padahal, keberhasilan program ini sangat tergantung pada dukungan aktif dari para pemimpin.

Dengan struktur yang jelas, panduan peran, dan sumber daya pendukung, hubungan mentoring bisa berjalan lebih efektif dan bermanfaat bagi kedua belah pihak.

Halaman:

Tags

Terkini