Pejuangkantoran.com - Ada orang yang kelihatan kalau berbohong, tetapi banyak juga yang sudah ahli melakukannya.
Selama ini, banyak orang menganggap bahasa tubuh menjadi cara utama untuk mendeteksi kebohongan.
Padahal, penelitian terbaru justru menunjukkan bahwa cara seseorang berbicara, termasuk detail yang disampaikan, bisa menjadi petunjuk yang lebih akurat.
Jadi, saat ada orang yang sedang menjelaskan sesuatu, fokuskan pada seberapa relevan informasi yang diceritakannya dengan situasi yang dibahas.
Semakin besar relevansinya, maka semakin besar kemungkinan orang tersebut sedang mengatakan yang sebenarnya.
Baca Juga: Sia-sia! Dalam Survei Kepuasan Karyawan, 47% Karyawan Ternyata Cenderung Tidak Jujur
Detail relevan membantu mengungkap kebenaran
Penelitian dari Sam Houston University, menemukan bahwa kebanyakan orang cenderung mempercayai cerita yang panjang dan penuh detail, walaupun belum tentu isinya benar.
Dalam penelitian ini, sekelompok peserta diminta untuk menilai kejujuran dari berbagai alasan mahasiswa yang tidak mengerjakan tugas.
Ada yang memberi alasan secara singkat dan langsung, sedangkan yang lain menyampaikan penjelasan dengan lebih panjang dan rumit.
Dari hasil penelitian, terlihat bahwa peserta cenderung lebih percaya pada alasan yang dipenuhi banyak detail. Meskipun sebenarnya tidak semua penjelasan panjang menunjukkan bahwa isi ceritanya benar.
Misalnya ketika mahasiswa menjelaskan keterlambatannya dengan alasan terjadi kecelakaan besar di jalan tol sehingga tiga jalur harus ditutup, biasanya alasan ini dianggap lebih meyakinkan dan orang-orang cenderung mempercayainya.
Penjelasan seperti ini terdengar meyakinkan karena kaya akan informasi. Sebaliknya, alasan seperti “terjebak macet” terdengar terlalu umum dan sering dianggap kurang jujur.
Sebenarnya, alasan yang lebih singkat dan sederhana justru lebih menggambarkan kondisi sebenarnya daripada cerita yang panjang dan rumit.