PejuangKantoran.com - Dua tahun terakhir, Zoom meeting yang kamu ikuti sering dihadiri “tamu tak diundang”. Itulah AI Notetaker seperti Google Gemini, Microsoft TeamsMaestro, atau Otter.ai.
Banyak perusahaan yang mengklaim AI notetaker mereka sebagai cara paling mudah untuk meningkatkan produktivitas rapat, seperti yang diklaim Google.
Notetaker ini dengan cepat merangkum poin-poin penting dari apa yang dikatakan, dan apa yang harus dilakukan selanjutnya jika kamu mengizinkannya digunakan dalam meeting.
Baca Juga: AI Notetaker Sudah Jamak, Gimana Supaya Keterampilan Menulis Tangan Nggak Hilang Selamanya?
Masalahnya, begitu kamu membuat akun, tools ini otomatis akan muncul dalam setiap rapat dengan mengakses jadwal kamu di Calendar. Padahal, hasilnya belum tentu akurat.
Repotnya, notulensi rapat yang dihasilkan bisa menjadi catatan abadi yang suatu hari bisa digunakan untuk melawan kamu. Ini yang belum disadari oleh para pengguna notetaker.
Gemini selalu menyelipkan pesan bahwa kita "harus meninjau catatan Gemini untuk memastikan keakuratannya.” Dari pesan ini saja kita perlu waspada bahwa notulensi rapat buatan AI ini tidak bisa diandalkan 100 persen.
Jika diuraikan, ada beberapa risiko menggunakan AI notetaker yang perlu diwaspadai, di antaranya:
1. Terkadang “mengarang bebas”
Kita mungkin menggunakan AI notetaker agar dapat mentranskrip hasil pembicaraan agar sementara kita fokus pada diskusi yang sedang berlangsung.
Baca Juga: BRI Salurkan KUR Rp69,8 Triliun ke 8,3 Juta Debitur UMKM, Khususnya di Sektor Produksi
Tetapi coba periksa kembali notulensinya, adakah tugas yang sebenarnya tidak pernah dibicarakan? Jika hal ini langsung disebar, tentu akan menyesatkan peserta rapat.
Risiko lainnya adalah terjadinya misinterpretasi karena AI harus menangkap kompleksitas situasi saat rapat, seperti kegaduhan di ruang meeting, dua atau tiga orang yang berbicara bersamaan, atau penggunaan istilah yang kompleks.
Kalau tiba-tiba muncul kalimat yang salah kutip, hal itu bisa jadi alat bukti di pengadilan, demikian menurut Erica Wilson, pengacara Fisher Phillips yang memberi nasihat bisnis tentang penggunaan AI Notetaker.
2. Malah menghabiskan waktu