Alih-alih jadi solusi praktis, fitur AI Notetaker justru bikin kamu repot merevisi. Kita harus meluangkan waktu untuk me-review transkrip dan ringkasan rapat sebelum mengirimkannya ke semua peserta untuk memastikan bahwa informasinya tidak ada yang salah.
“Jika itu terjadi, apakah kita sudah melenceng dari tujuan meningkatkan produktivitas kita dengan menggunakan notetaker?" tanya Erica, membeberkan risiko menggunakan AI notetaker.
3. Masalah izin dan legalitas
Di Amerika minimal ada 10 negara bagian, yaitu California, Florida, Illinois, Massachusetts, yang memberlakukan “all-party consent” untuk rekaman. Artinya: semua peserta harus tahu dan setuju kalau meeting tersebut direkam.
“Ada beberapa software yang mengirim agen AI untuk menghadiri rapat atas nama seseorang, dan AI tidak selalu mengumumkan bahwa nama yang muncul sebenarnya bukan orang itu sendiri,” kata Erica.
Bayangin kalau meeting berlanjut dan AI diam-diam merekam dengan nama kamu yang terdaftar sebagai pemilik akun notetaker itu. Kamu malah bisa dianggap melanggar hukum.
4. Memberi efek psikologis pada peserta rapat
Susan McGregor dari Columbia Data Science Institute bilang, peserta rapat terkadang jadi lebih berhati-hati, kurang spontan, bahkan kreativitas bisa terganggu, jika menyadari ada notetaker yang merekam pembicaraan mereka.
Baca Juga: Message Summaries, Fitur Baru di WhatsApp buat yang Malas Baca Chat yang Sudah Numpuk
"Jika orang kurang bersedia berbicara dengan bebas, terus terang atau jujur, atau merasa tidak dapat mencoba ide-ide baru atau membuat kesalahan, itu harus dibayar mahal," katanya.
5. Masalah privasi dan keamanan data
Saat kita bergabung dalam Zoom meeting, terkadang muncul notifikasi seperti, "Rizky's AI Notetaker akan bergabung dalam meeting". Tanpa pikir panjang, peserta rapat yang lain akan mengizinkannya masuk.