Pejuangkantoran.com - Mencari pekerjaan baru saat ini memang bukan hal yang mudah.
Kondisi pasar kerja sedang menantang dan banyak orang merasa khawatir mengenai masa depan pekerjaan mereka.
Namun, bukan berarti kamu harus pasrah.
Untuk kamu yang ingin gaji lebih tinggi, waktu kerja lebih fleksibel, atau hanya ingin merasa lebih aman secara finansial, ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk mempersiapkan diri.
Menurut analis keuangan Mark Hamrick, sekarang adalah waktu yang tepat untuk terus mengasah kemampuan dan memperluas koneksi.
Jika kamu berencana mencari pekerjaan dalam waktu dekat atau khawatir akan kehilangan pekerjaan, tiga langkah berikut bisa membantu kamu lebih siap menghadapi situasi tersebut.
- Perkuat tabungan darurat
Sebelum kamu melangkah ke pekerjaan baru, hal pertama yang perlu dipastikan adalah kondisi keuangan kamu aman.
Idealnya, kamu punya tabungan darurat yang bisa menutupi kebutuhan hidup selama 3 – 6 bulan.
Baca Juga: Jawaban Terbaik Saat Ditanya “Mengapa Mencari Pekerjaan Baru?” saat Wawancara Kerja
Namun, karena sekarang makin banyak orang yang menganggur dalam waktu lama, kamu mungkin perlu menyimpan dana lebih dari itu. Bagaimana caranya?
- Cek dan perbarui anggaran keuangan. Jika sudah lama tak membuat anggaran, sekarang saatnya mulai lagi.
- Kurangi pengeluaran yang tidak penting. Misalnya, batasi makan di luar, berhenti langganan layanan streaming yang jarang dipakai, atau cari diskon untuk tagihan internet.
- Buat target menabung. Contohnya, menabung Rp10 juta dalam setahun yang akan membuat kamu lebih disiplin.
- Otomatisasi tabungan. Setel agar setiap gajian langsung ada sebagian uang yang masuk ke rekening tabungan.
- Gunakan rekening tabungan dengan bunga tinggi supaya uang kamu tumbuh lebih cepat.
- Kenali kekuatan diri agar percaya diri bernegosiasi
Wawancara kerja bukan cuma soal menjawab pertanyaan, ini adalah momen kamu untuk “menjual” keahlian.
Jadi, sebelum mulai melamar kerja, coba tulis daftar skill yang kamu punya.
Misalnya soft skill seperti komunikasi, kerja tim, atau kemampuan mengatur waktu dan juga hard skill seperti sertifikasi, kemampuan teknis, atau gelar pendidikan.
Jangan lupa juga tulis pencapaian kamu di pekerjaan sebelumnya. Apakah kamu pernah memimpin proyek? Meningkatkan penjualan? Atau membuat sistem kerja jadi lebih efisien?