Pejuangkantoran.com - Membicarakan soal gaji bukan hal yang mudah, apalagi ketika ingin meminta kenaikan ke atasan.
Setelah memahami standar gaji di industri dan menetapkan target kompensasi, tahap selanjutnya adalah memulai proses negosiasi.
Meskipun segala hal sudah dipersiapkan sebelumnya, hasil dari pertemuan pertama dengan atasan belum tentu sesuai ekspektasi.
Kathryn Valentine, CEO Worthmore Strategies, menyebut bahwa proses negosiasi bisa memakan waktu cukup lama dan biasanya melibatkan beberapa pertemuan, tindak lanjut, hingga dokumen pendukung.
Namun, waktu yang dibutuhkan untuk negosiasi sebenarnya tidak perlu jadi beban.
Banyak orang menganggap negosiasi gaji seperti momen besar yang hanya terjadi sekali dan menegangkan seperti saat membeli rumah.
Padahal, negosiasi adalah proses yang bisa terjadi berkali-kali sepanjang perjalanan karier. Sama seperti keterampilan lain, kemampuan bernegosiasi akan semakin baik seiring waktu.
Baca Juga: 5 Cara Menulis Email Negosiasi Gaji yang Efektif Saat Mendapat Tawaran Kerja
Memilih waktu yang tepat
Tinjauan kinerja tahunan memang sering dianggap sebagai momen pas untuk meminta kenaikan gaji. Namun, biasanya di saat itu perusahaan sudah menetapkan anggaran tahunannya.
Jadi, memulai pembicaraan mengenai gaji di pertengahan tahun bisa menjadi strategi yang lebih tepat. Dengan begitu, atasan masih punya ruang untuk mempertimbangkan perubahan kompensasi untuk tahun berikutnya.
Bonusnya, evaluasi tahunan nanti bisa lebih fokus pada apresiasi tanpa tekanan soal gaji.
Kondisi atasan juga menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan waktu yang pas untuk memulai pembicaraan. Diskusi serius sebaiknya ditunda jika atasan sedang terlibat dalam persoalan besar di lingkungan kerja.
Waktu yang ideal adalah setelah berhasil menyelesaikan proyek besar atau ketika baru mendapatkan tanggung jawab tambahan. Lalu, jadwalkan pertemuan seperti biasa, dengan menjelaskan dari awal bahwa topiknya adalah seputar kompensasi.