kubikel

Burnout vs Boreout Sama-Sama Bisa Bikin Kamu Kelelahan, tapi Beda Akar Masalahnya

Jumat, 1 Agustus 2025 | 14:34 WIB
Wasapada jika kamu mengalami gejala-gejala yang menunjukkan akan boreout. (Pejuangkantoran.com/Google Gemini)

Pejuangkantoran.com - Kamu mungkin sudah sering dengar soal burnout. Ini adalah  kondisi kelelahan karena kerja yang terus-menerus menuntut, menimbulkan stres, dan akhirnya membuat kamu merasa habis-habisan.

Namun, ada satu lagi kondisi di tempat kerja yang tidak kalah serius, tetapi sayangnya jarang dibahas, yaitu boreout.

Apa itu boreout? Secara sederhana, ini adalah kebalikan dari burnout.

Kalau burnout membuat kamu lelah karena terlalu banyak tekanan, boreout membuat kamu jenuh karena terlalu sedikit tantangan. Iya, terlalu sedikit!

Jadi, boreout itu seperti apa?

Menurut Jasmine Escalera, seorang pakar karir, boreout terjadi saat kamu merasa bosan terus-menerus di tempat kerja. Tugas sehari-hari terasa tidak bermakna, tidak menantang, dan sangat monoton.

Kamu tetap datang bekerja, tetap mengerjakan tugas, tetapi secara mental seperti tidak “nyambung” sama pekerjaan itu.

Baca Juga: Sering Dikira Rasa Jenuh yang Biasa Muncul, Ini Tanda Kamu Mengalami Boreout di Tempat Kerja

Kondisi seperti ini makin sering terjadi belakangan ini.

Banyak orang merasa tidak punya kesempatan berkembang di tempat kerja, tetapi juga takut resign karena pasar kerja yang kompetitif.

Akhirnya, mereka terjebak di pekerjaan yang tidak membuat bahagia, tetapi juga tidak bisa ditinggal.

Mengapa makin banyak yang mengalami boreout?

Ada beberapa penyebab kenapa boreout makin umum, yaitu:

  • Takut kehilangan pekerjaan. Banyak orang tetap bertahan di pekerjaan yang tidak mereka nikmati karena takut tidak mendapatkan pengganti.
  • Pekerjaan tidak sesuai ekspektasi. Tidak jarang pekerja mendapatkan deskripsi kerja waktu wawancara yang berbeda jauh dengan kenyataannya. Ini juga membuat frustrasi.
  • Situasi dunia membuat apatis. Informasi yang terus-menerus soal hal-hal negatif di luar sana membuat kamu jadi cuek dan tidak peduli lagi, termasuk ke pekerjaan sendiri.

Elizabeth Pearson, pelatih karir eksekutif, menyebut ini sebagai “apatis yang tenang”. Kamu tahu ada yang salah, tetapi menunggu kondisi berubah dulu dan seringkali itu terlalu lama.

Halaman:

Tags

Terkini