Burnout vs Boreout Sama-Sama Bisa Bikin Kamu Kelelahan, tapi Beda Akar Masalahnya

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Jumat, 1 Agustus 2025 | 14:34 WIB
Wasapada jika kamu mengalami gejala-gejala yang menunjukkan akan boreout. (Pejuangkantoran.com/Google Gemini)
Wasapada jika kamu mengalami gejala-gejala yang menunjukkan akan boreout. (Pejuangkantoran.com/Google Gemini)

Bedanya boreout dan burnout

Burnout biasanya datang karena pekerjaan yang terlalu banyak dan menekan. Sementara boreout muncul karena pekerjaan yang terlalu ringan, terlalu monoton, atau terasa tidak penting.

Namun, keduanya memiliki efek yang sama, yaitu kelelahan, kecemasan, insomnia, bahkan depresi.

Faktanya, boreout bisa jadi “peringatan dini” sebelum burnout datang. Kamu mulai bosan, lalu makin lama makin tidak peduli, akhirnya jadi stres dan benar-benar kewalahan.

Bedanya lagi, orang yang burnout biasanya sangat peduli sama pekerjaannya. Kamu justru ingin tampil maksimal, tetapi terlalu dibebani.

Baca Juga: Kesehatan Mental Jadi Sorotan di Balik Kematian Diplomat Arya Daru Pangayunan, Benarkah karena Burnout?

Sementara orang yang boreout justru merasa pekerjaannya tidak ada gunanya dan akhirnya kehilangan motivasi.

Jadi, kalau kamu merasa mulai jenuh dengan pekerjaan, merasa tidak berkembang, tidak tertantang, dan tidak peduli lagi, jangan abaikan. Itu bisa jadi tanda boreout.

Coba bicara dengan atasan tentang variasi tugas atau peluang pengembangan. Pertimbangkan juga mendapatkan pelatihan baru, rotasi kerja, atau bahkan peluang di tempat lain yang lebih sesuai.

Ingat, baik burnout maupun boreout bisa berdampak buruk ke kesehatan mental dan fisik kamu. Jadi, jangan anggap remeh, ya! ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Huffington Post

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X