Bedanya boreout dan burnout
Burnout biasanya datang karena pekerjaan yang terlalu banyak dan menekan. Sementara boreout muncul karena pekerjaan yang terlalu ringan, terlalu monoton, atau terasa tidak penting.
Namun, keduanya memiliki efek yang sama, yaitu kelelahan, kecemasan, insomnia, bahkan depresi.
Faktanya, boreout bisa jadi “peringatan dini” sebelum burnout datang. Kamu mulai bosan, lalu makin lama makin tidak peduli, akhirnya jadi stres dan benar-benar kewalahan.
Bedanya lagi, orang yang burnout biasanya sangat peduli sama pekerjaannya. Kamu justru ingin tampil maksimal, tetapi terlalu dibebani.
Sementara orang yang boreout justru merasa pekerjaannya tidak ada gunanya dan akhirnya kehilangan motivasi.
Jadi, kalau kamu merasa mulai jenuh dengan pekerjaan, merasa tidak berkembang, tidak tertantang, dan tidak peduli lagi, jangan abaikan. Itu bisa jadi tanda boreout.
Coba bicara dengan atasan tentang variasi tugas atau peluang pengembangan. Pertimbangkan juga mendapatkan pelatihan baru, rotasi kerja, atau bahkan peluang di tempat lain yang lebih sesuai.
Ingat, baik burnout maupun boreout bisa berdampak buruk ke kesehatan mental dan fisik kamu. Jadi, jangan anggap remeh, ya! ***
Artikel Terkait
Jadi People Pleaser di Kantor Bisa Bikin Kamu Burnout, Ini Cara untuk Menghentikannya!
Kenali Lebih Dulu Jenis Burnout yang Kamu Alami Agar Tahu Cara Mengatasinya
5 Strategi Pemimpin untuk Mencegah Burnout pada Karyawan, Jadilah Role Model yang Baik
82% Pekerja Mengaku Mengalami Burnout, Ternyata Penyebabnya Karena Tekanan Bekerja dan Merawat Keluarga
Firefighter Boss yang Bikin Karyawan Burnout, Baru Terlihat 'Kerja' kalau Lagi Ada Krisis
Jangan Remehkan Bestie di Tempat Kerja, Mereka yang Membantu Kamu Menghindari Burnout!