Misalnya, untuk awal percakapan gunakan pertanyaan yang cukup luas supaya orang bebas menjawab. Nanti, kalau mau jawaban yang detail, barulah bertanya lebih spesifik.
- Jangan potong pembicaraan
Kadang orang butuh waktu buat mikir sebelum jawab. Kalau kamu buru-buru motong, mereka bisa kehilangan ide atau malah jadi males ngomong.
Coba biasakan tunggu sampai mereka selesai. Bahkan, setelah mereka diam, kasih jeda sebentar. Siapa tahu mereka mau menambahkan sesuatu yang penting.
- Dengarkan dengan serius
Istilah kerennya adalah active listening. Bertanya saja tidak cukup, kamu juga harus benar-benar mendengarkan.
Kalau mendengarkan dengan baik, kamu bisa paham maksud lawan bicara, tidak mengulang pertanyaan yang sama, dan bisa memberi pertanyaan lanjutan yang lebih nyambung.
Baca Juga: Ini Jawaban Terbaik Ketika Ditanya, Apa yang Kamu Cari dalam Diri Kandidat Jika Jadi Rekruter?
Ini beberapa trik mendengarkan aktif.
- Parafrase: Ulang dengan kata-kata kamu sendiri untuk memastikan paham. Misalnya, “Jadi, kamu merasa masalah utamanya ada di waktu, ya?”
- Refleksi: Tunjukkan kalau kamu memahami perasaan mereka. Misalnya, “Kedengarannya ini cukup bikin kamu frustasi, ya?”
- Tanya lanjutan: Gali jawaban mereka. Misalnya, “Kalau menurut kamu, apa yang bisa menyelesaikan masalah itu?”
Jadi, bertanya yang baik itu seperti mengobrol santai, tetapi terarah.
Berikan satu pertanyaan di satu waktu, jelas dan tidak kaku, tidak motong orang menjawab, dan dengarkan dengan sungguh-sungguh.
Kalau semua hal di atas kamu lakukan, jawaban yang kamu dapat bukan cuma lengkap, tetapi juga jujur dan bermanfaat. ***