PejuangKantoran.com - Ada tren di dunia kerja yang jadi perbincangan di media sosial, namanya busy bragging. Singkatnya, ini adalah kebiasaan pamer betapa sibuknya kita di kantor, baik ke rekan kerja maupun atasan.
Berbeda dengan tren seperti quiet quitting atau bare minimum Mondays yang fokus mencari cara kerja lebih santai, busy bragging justru sebaliknya.
Orang yang melakukannya sering menceritakan (kadang secara berlebihan) seberapa banyak pekerjaan yang mereka tangani. Mereka ingin terlihat profesional, produktif, dan “tak tergantikan” di mata orang lain.
Baca Juga: Dalam Bermain Padel Kenali Teknis, Tujuan, dan Waktu Penggunaan Berbagai Jenis Pukulan
Apa alasan orang melakukan busy bragging?
Menurut Chelsea Stokes, CEO Rich & Hired di New York, busy bragging sering jadi cara seseorang mencari pengakuan dan penghargaan. Ini karena banyak pekerja merasa kerja keras mereka kurang dihargai.
Bahkan, studi Pew Research Center pada Maret 2023 menunjukkan hampir setengah pekerja di Amerika Serikat tidak puas dengan pekerjaannya. Bahkan, 38% di antaranya merasa kontribusi mereka tidak diakui dengan layak.
“Selama beberapa tahun terakhir, apalagi sejak COVID dan kondisi ekonomi sulit, banyak orang merasa tidak dihargai di tempat kerja,” kata Stokes.
Namun, hati-hati jika kamu juga tergoda untuk pamer kesibukan di tempat kerja, karena busy bragging bisa menimbulkan efek negatif. Alih-alih membuat orang kagum, rekan kerja bisa merasa terganggu atau malah berpikir kita tidak kompeten.
Di media sosial, banyak yang setuju dengan hal ini. Seorang pengguna X menulis, “Itu tidak mengesankan orang. Malah bikin mereka enggan membantu kamu.”
Baca Juga: Kerja Tanpa Topeng: Cara Perusahaan Bikin Karyawan Merasa Aman Secara Psikologis
Ada juga yang berkomentar bahwa pamer kesibukan bisa memicu burnout, bukan cuma untuk pelakunya, tetapi juga rekan-rekan di sekitarnya.
Meski begitu, ada juga yang berpendapat kadang busy bragging sebenarnya wajar saja. Misalnya, ketika kita memang ingin menunjukkan sedang menangani banyak hal penting.
Namun, bagi sebagian besar orang, kebiasaan ini terlihat seperti mereka rela terlihat stres demi menunjukkan betapa pentingnya diri mereka di kantor.
Lebih baik tunjukkan progres nyata