Pejuangkantoran.com - Pernahkah kamu merasa frustasi karena punya rekan kerja atau atasan yang keras kepala?
Misalnya seperti ini, kamu punya ide membuat sistem kerja tim lebih efisien.
Kamu sudah riset, mengobrol dengan tim lain, dan bahkan membuat simulasi kecil. Kamu bahkan sangat semangat presentasi ke atasan.
Namun, bukannya dapat apresiasi, kamu malah ditatap datar lalu dijawab, “Nggak usah ribet, cara lama aja udah cukup.”
Rasanya, mungkin seperti balon yang langsung kempes.
Nah, menghadapi situasi seperti ini memang tidak mudah. Namun ada beberapa trik yang bisa membuat interaksi dengan “si keras kepala” jadi lebih lancar. Mungkin saja pelan-pelan mereka bisa berubah pikiran.
Baca Juga: Contoh Komentar Pasif-Agresif dari Rekan Kerja atau Atasan yang Kerap Terselubung seperti Pujian
Ini beberapa caranya.
- Bawa data, jangan cuma omongan
Bayangkan kamu lagi berdebat sama atasan yang tidak setuju proyek kamu. Meski kamu bilang, “Saya yakin ini lebih bagus!” tetapi itu pasti tidak akan ampuh.
Lebih baik gunakan pendekatan melalui angka, data riset, grafik, bahkan contoh nyata dari perusahaan lain.
Misalnya:
“Pak, kalau kita pakai sistem baru ini, produktivitas bisa naik 30%. Bahkan perusahaan X sudah coba, dan hasilnya waktu produksi mereka berkurang separuh.”
Jika sudah ada buktinya, orang yang keras kepala biasanya tidak bisa membantah. Apalagi kalau kamu sajikan data itu dalam bentuk presentasi rapi sehingga lebih mudah lagi membuat mereka percaya.
- Mulai dari perubahan kecil
Banyak orang menolak perubahan karena perubahan bisa terasa tidak nyaman. Itu juga yang mungkin dirasakan oleh atasan atau rekan kerja yang keras kepala.