- Membuat pivot table di Excel;
- Meng-input data ke database, seperti AWS, Google Cloud, dll.;
- Menggunakan aplikasi manajemen proyek, seperti Trello, Asana, Microsoft Project;
- Belajar bahasa pemrograman dasar, misalnya Python;
- Mengatur alamat IP Wi-Fi.
- Keterampilan komputer lanjutan
Kalau kamu punya keterampilan ini, biasanya sudah spesifik ke bidang tertentu. Ini yang bisa membuat CV kamu makin kuat, terutama untuk posisi yang butuh keahlian teknis tinggi.
Contohnya:
- Machine learning atau AI;
- Bahasa pemrograman tingkat lanjut, seperti Python, JavaScript, dll.;
- CRM tools, seperti Salesforce atau Oracle;
- Data visualization tools, seperti Tableau atau Power BI;
- Setup jaringan dan keamanan IT.
Jangan lupa soft skills
Selain keterampilan teknis, soft skill atau keterampilan lunak yang berhubungan dengan teknologi juga nggak kalah penting.
Baca Juga: Cara Meningkatkan Manajemen Waktu dan Keterampilan Organisasi Diri? Ikuti 5 Tips Cerdas Ini!
Mengapa? Karena ini menunjukkan bagaimana kamu menggunakan kemampuan komputer kamu dalam pekerjaan sehari-hari. Misalnya:
- Problem solving, yaitu mampu mencari solusi jika ada masalah teknis.
- Mudah beradaptasi, yaitu cepat belajar software baru atau teknologi baru.
- Detail-oriented, yaitu teliti saat input data atau membuat laporan digital.
Intinya, di era digital seperti sekarang ini, CV tanpa keterampilan komputer ibarat sayur tanpa garam.
Jadi, pastikan kamu menuliskan kemampuan komputer yang dimiliki, sesuai level dan relevan dengan pekerjaan yang dilamar.
Jangan lupa, tambahkan juga soft skill yang mendukung sehingga peluang kamu dilirik HRD akan jauh lebih besar. ***