kubikel

Punya Bos atau Rekan Kerja yang Narsis? Begini Cara Menghadapi Mereka di Kantor!

Rabu, 10 September 2025 | 15:17 WIB
Punya bosa atau rekan kerja yang narsistik, harus dihadapi dengan strategi yang tepat. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com - Lingkungan kerja yang sehat biasanya tercipta dari kombinasi suasana menyenangkan, keterlibatan antarkaryawan, dan perilaku organisasi yang positif.

Sayangnya, suasana ini bisa rusak ketika muncul rekan kerja atau atasan yang narsis, suka menguasai, atau bahkan mengancam.

Lama-lama, kantor bisa jadi tempat yang toxic dan membuat stres.

Apa itu sifat narsis?

Narsis bukan sekadar orang yang suka bercermin atau bangga pada dirinya.

Dalam psikologi, sifat ini erat kaitannya dengan Gangguan Kepribadian Narsistik (NPD) atau Narcissistic Personality Disorder.

Cirinya antara lain:

  • Merasa dirinya paling penting dan butuh dipuji berlebihan.
  • Merasa berhak dapat perlakuan istimewa.
  • Sering membesar-besarkan prestasi atau pencapaian.
  • Hanya mau bergaul dengan orang yang dianggap “selevel”.
  • Minim empati dan sering meremehkan orang lain.
  • Tidak ragu memanfaatkan orang untuk kepentingan pribadi.
  • Cenderung sombong dan pamer berlebihan.

Meski tidak semua orang dengan sifat narsis punya NPD, ciri-ciri ini bisa membuat suasana kerja jadi tidak nyaman.

Baca Juga: Kesalnya Kalau Si NPD Mulai Merajalela, Ini Cara Menghadapi Si Narsis di Kantor

Bentuk pelecehan narsistik di kantor

Pelecehan narsistik sering kali tidak langsung terlihat. Beberapa contohnya adalah:

  • Gaslighting. Membuat kamu ragu pada ingatan atau penilaian sendiri. Misalnya, mereka bilang “kamu salah ingat” padahal faktanya jelas.
  • Menghina di depan umum. Mengkritik atau merendahkan di depan rekan kerja lain.
  • Menghambat pekerjaan. Bisa dengan sengaja membuat proyek gagal lalu menyalahkan kamu.
  • Kontrol berlebihan. Micromanaging, mengambil kredit atas hasil kerja kamu, atau membuat keputusan sepihak.
  • Mengisolasi. Menyebar rumor, membentuk kelompok, atau menjauhkan kamu dari tim.

Sikap-sikap ini bisa membuat kamu cepat lelah secara mental, bahkan meningkatkan turnover dalam perusahaan.

Pasokan narsistik di tempat kerja

Orang narsis butuh yang namanya “pasokan narsistik”, yaitu perhatian, validasi, dan kekaguman dari orang lain.

Halaman:

Tags

Terkini