kubikel

Ghost Vacationing, Tren Liburan Diam-Diam yang Mulai Marak di Dunia Kerja

Rabu, 17 September 2025 | 18:12 WIB
Ghost vacationing sedang marak akhir-akhir ini. Pimpinan harus waspada dan melakukan hal-hal antisipatif. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com - Kapan terakhir kali kamu ambil cuti kerja? Atau kapan terakhir kali kamu diam-diam tidak masuk kerja tanpa izin resmi?

Kalau pernah melakukannya, ternyata kamu tidak sendirian.

Fenomena ini disebut ghost vacationing atau liburan diam-diam, yang berarti mengambil cuti tanpa memberitahu atasan.

Sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh KickResume menunjukkan bahwa sekitar 35% pekerja di Eropa pernah melakukannya setidaknya sekali.

Bahkan ada sekitar 5% yang rutin melakukan “liburan hantu” ini.

Menariknya, sebagian besar alasan bukan sekadar ingin bersantai, tetapi karena tekanan kerja, kesehatan mental, atau urusan keluarga.

Menurut CEO KickResume, Peter Duris, banyak karyawan merasa perlu melakukannya karena sudah terlalu lelah, kewalahan, atau butuh ruang untuk mengurus hal pribadi.

Baca Juga: Pekerja Kantoran Wajib Tahu, 3 Faktor Utama yang Memengaruhi Kesehatan Mental

Ada juga yang sekadar ingin mengisi energi lagi agar bisa kembali bekerja dengan fokus.

Kalau dipikir-pikir, tren ini sebenarnya menunjukkan bahwa banyak pekerja merasa jenuh dan butuh jeda lebih sering daripada yang mereka dapatkan secara resmi dari kantor.

Bahkan, riset lain menyebutkan 60% pekerja di seluruh dunia pernah menggunakan cuti sakit padahal sebenarnya tidak sakit.

Alasannya sama, yaitu butuh istirahat atau ada urusan pribadi yang harus dibereskan.

Apa risiko “ghost vacationing”?

Walau mungkin terasa menyenangkan bisa kabur sehari dari pekerjaan tanpa izin, cara ini tetap punya risiko.

Halaman:

Tags

Terkini