3. Jaga hubungan sebelum dan sesudah minta bantuan
Jangan hanya muncul saat butuh. Usahakan tetap terkoneksi dengan mantan rekan kerja atau atasan. Tidak perlu intens, cukup sesekali sapa atau kirim kabar.
Misalnya dengan mengirim chat “Halo, apa kabar?” sesekali atau share artikel menarik yang mengingatkan kamu pada mereka. Kamu juga bisa memberikan ucapan selamat kalau mereka baru naik jabatan atau pindah kerja.
4. Tawarkan bantuan balik
Agar hubungan profesional tetap sehat, jangan cuma menerima. Kamu juga harus siap memberikan. Kalau kamu aktif di LinkedIn, kamu bisa menulis rekomendasi untuk mereka tanpa diminta. Siapa tahu mereka juga butuh validasi dari mantan rekan kerja.
Baca Juga: Bagi Anak Baru di Kantor, Kamu Sebaiknya Waspada Dalam Bergaul dengan Orang-Orang Berikut Ini!
5. Jangan lupa ucapkan terima kasih
Setelah mereka membantu, selalu ucapkan terima kasih. Bisa lewat chat, email, atau kalau perlu traktir mereka minum kopi! Bahkan, ucapan sederhana seperti ini juga sudah cukup:
“Terima kasih banyak ya, Kak. Bantuan Kakak sangat berarti buat aku. Nanti kalau sudah ada kabar dari HR aku update lagi ya!”
Intinya, meminta rekomendasi itu sebenarnya bukan soal formalitas, tetapi soal merawat hubungan profesional. Kalau kamu menghargai orang lain dengan cara yang tulus, biasanya mereka akan dengan senang hati membantu.
Jadi, siapa orang pertama yang kamu pikirkan untuk jadi referensi?