Pejuangkantoran.com – Dalam situasi bursa kerja yang sedang sulit saat ini, bisa diterima kerja untuk sebuah pekerjaan formal adalah sebuah anugerah yang harus kamu jaga dengan baik.
Sebisa mungkin kamu bertahan di pekerjaan tersebut, karena idak semua orang bisa seberuntung itu.
Tak hanya berusaha bekerja sebaik dan seprofesional mungkin, salah satu tantangan sebagai “anak baru” adalah pergaulan dengan orang-orang lama. Karena hal ini sangat bisa memengaruhi perjalanan kariermu ke depan.
Jika kamu bisa menempatkan diri dan bisa bergaul dengan baik dan tepat, peluang karier menjadi terbuka lebar. Namun, jika salah, apesnya kamu malah bisa “ditendang” dari pekerjaan kamu dalam skenario terburuknya.
Pada dasarnya, sebagai “anak baru” kamu harus bergaul dengan semua teman kamtor atau rekan kerja di perusahaan tersebut. Namun kamu sebagai juga wajib tahu siapa saja orang-oang yang sebaiknya kamu hindari untuk terlalu dekat dengan mereka.
Baca Juga: 5 Hal yang Harus Dihindari saat Masih Jadi Anak Baru Masuk di Kantor
Berikut ini daftarnya:
- Tukang gosip
- Si tukang klaim
- Ciri-ciri: Mengaku-ngaku hasil kerja tim sebagai jasanya sendiri.
- Waspada: Bisa menjatuhkan orang lain (apalagi terhadap “anak baru”), demi terlihat lebih bagus di mata atasan.
- Pemalas atau penghindar tanggung jawab
- Ciri-ciri: Suka melempar pekerjaan ke orang lain.
- Waspada: Berisiko bikin kamu ikut terlihat buruk kalau terlalu sering menolong tanpa batas.
- Penyebar energi negatif
- Ciri-ciri: Selalu mengeluh, skeptis, atau meremehkan ide orang lain.
- Waspaada: Bisa memengaruhi semangat kerja (apalagi bagi kamu “anak baru” yang bsa dibilang belum banyak tahu), dan bikin suasana jadi berat.
- Pemain politik kantor
- Ciri-ciri: Terlalu fokus cari muka atau berpolitik, bukan pada kerjaan.
- Wasapda: Kadang bisa mengajak “bersekutu” untuk menjatuhkan pihak lain. Oleh karena itu lebih baik kamu bersikap netral.
- Si pembocor rahasia
- Ciri-ciri: Tidak bisa dipercaya untuk menyimpan informasi pribadi atau internal kantor.
- Waspada: Bicara seperlunya saja soal hal sensitif, karena bagaimana pun kamu “anak baru” yang memang belum tahu banyak soal kantor.
Baca Juga: Punya Bos atau Rekan Kerja yang Narsis? Begini Cara Menghadapi Mereka di Kantor!
Pada dasarnya, prinsip aman untuk “anak baru” adalah sebagai berikut:
- Ramah ke semua orang, dekat secukupnya.
- Bergaul dengan semua rekan kerja namun percaya hanya kepada sedikit orang, terutama kepada atasan. Ini karena bagaimaan juga kamu mempertanggung jawabkan pekerjaanmu kepada atasanmu.
- Fokus dulu ke pekerjaan dan kualitas kinerja.
- Amati dulu pola hubungan antar rekan sebelum menentukan siapa yang benar-benar bisa dijadikan partner kerja atau teman dekat.
***
Artikel Terkait
Teman Kantor Bau Badan, Gimana Cara Menegur Orang Bau Badan Biar Tak Tersinggung?
Belajar dari Kesalahan, Ini Cara Dapatkan Kembali Kepercayaan Atasan dan Rekan Kerja
7 Cara Elegan Menjaga Ruang Pribadi di Tempat Kerja, Supaya Rekan Kerja Tidak Terlalu Ikut Campur
Contoh Komentar Pasif-Agresif dari Rekan Kerja atau Atasan yang Kerap Terselubung seperti Pujian
Big No No! Jangan Sampaikan 4 Hal Ini saat Menulis Ucapan Perpisahan ke Rekan Kerja
8 Tanda Teman Kantor di Tempat Kerja Cemburu Sama Kamu. Bagaimana Cara Menghadapinya?