kubikel

Sudah Dapat Offering Letter, Kok Malah Dibatalkan? Ternyata Ada 5 Hal yang Jadi Penyebabnya!

Rabu, 1 Oktober 2025 | 21:07 WIB
Ilustrasi: Wajar jika kamu merasa kecewa ketika offering letter dibatalkan mendadak. Apa sih penyebabnya? (Freepik)

PejuangKantoran.com - Bayangkan kamu sudah melalui serangkaian proses seleksi, wawancara kerja dengan HR dan user, bahkan sudah dapat offering letter. Lalu, saat kamu sudah happy karena merasa akan mendapatkan pekerjaan tersebut, tiba-tiba HR kirim email dengan pesan, “Maaf, tawarannya kami tarik kembali.”

Kesel? Sedih? Bingung mau marah ke siapa? Wajar.

Namun, supaya kamu tidak tambah stres, yuk kita bahas mengapa offering letter dibatalkan, dan apa yang bisa kamu lakukan kalau mengalaminya.

Baca Juga: Tak Perlu Canggung, Begini Cara Profesional Meminta Referensi Kerja dari Mentor atau Klien

1. Mereka menemukan kandidat lain

Ini fakta pahit, tetapi sering terjadi. Kadang perusahaan sudah menawarkan posisi tersebut pada kamu lebih dulu, tetapi tiba-tiba ada kandidat lain yang lebih baik. Akhirnya kamu jadi cadangan.

Kalau sudah begini, kamu harus bisa move on karena kamu pantas mendapat perusahaan yang bisa lebih menghargai kamu.

2. Gagal di background check

Beberapa perusahaan, terutama perusahaan besar seperti bank, BUMN, atau startup yang sudah mature, menerapkan background check.

Mereka bisa cek riwayat pekerjaan kamu, SKCK, bahkan BI Checking (rekam jejak pinjaman bank yang pernah kamu ajukan). Kalau ada hal yang tidak sesuai, tawaran bisa dicabut.

Baca Juga: Ketika “Perusahaan Impian” Berubah Haluan, Mengapa Karyawan Merasa Dikhianati?

Jadi, cek dulu diri kamu sendiri sebelum melamar. Misalnya, kalau punya masalah kredit atau catatan bank yang kurang baik, siapkan penjelasan yang jujur dan dewasa.

3. Gagal negosiasi gaji

Berani nego gaji lebih tinggi? Itu bagus. Namun, kadang HR mundur karena budget mereka terbatas. Meskipun bukan berarti kamu salah.

Kalau kamu masih ingin lanjut, kamu bisa nego bagian lain seperti review kenaikan gaji setelah tiga atau enam bulan, bonus tahunan, tambahan cuti, atau fasilitas kesehatan. Ingat, negosiasi bukan cuma soal angka di slip gaji.

Halaman:

Tags

Terkini