Pejuangkantoran.com - Branding perusahaan dianggap segalanya. Banyak perusahaan berlomba-lomba menunjukkan bahwa mereka adalah tempat kerja impian.
Ada yang pamer sudah punya sertifikasi B-Corp atau Great Place to Work. Ada yang menonjolkan program kesejahteraan karyawan, budaya inklusif, sampai komitmen terhadap lingkungan.
Namun, masalahnya adalah tidak semua cerita berakhir bahagia.
Ketika janji manis berubah jadi pengkhianatan
Ada beberapa perusahaan global yang awalnya dikenal progresif tiba-tiba berubah haluan, idealisme seolah ditinggalkan. Contoh klasiknya adalah IBM dan Yahoo yang dulu mendukung kerja jarak jauh, tiba-tiba melarangnya pada tahun 2017.
Langkah seperti ini seringkali membuat karyawan merasa ditinggalkan, bahkan dikhianati.
Pertanyaannya, mengapa perusahaan dengan citra positif justru mengambil langkah ekstrem? Biasanya karena tiga hal:
- Bisnis sedang menurun.
- Model bisnis tidak cocok lagi dengan budaya yang mereka bangun.
- Perusahaan makin besar dan butuh tipe karyawan yang berbeda.
Baca Juga: Perusahaan Fashion yang Paling Diidamkan Para Pekerja di 2025
Untuk memahami lebih jauh, berikut lima contoh perusahaan yang “melenceng dari jalur” awalnya.
- Basecamp: Dari simbol kerja fleksibel ke aturan ketat
Dua pendirinya, Jason Fried dan David Heinemeier Hansson, terkenal dengan buku-buku tentang kerja santai tanpa drama. Mereka dulu mengkampanyekan kerja yang manusiawi dan fleksibel.
Namun, pada 2021 mereka tiba-tiba mengumumkan serangkaian kebijakan baru, salah satunya melarang diskusi politik di kantor. Hasilnya? Sepertiga karyawan langsung resign.
Banyak yang melihat langkah ini sebagai bentuk “lelah menghadapi perdebatan internal”, tetapi cara komunikasinya dianggap buruk. Akhirnya reputasi Basecamp pun ikut jatuh.
- Buzzfeed: Budaya seru tak bisa menyelamatkan bisnis lemah
Buzzfeed awalnya populer karena konten viral dan semangat komunitas. Masalahnya, model bisnis mereka tidak kuat. Ketika pendapatan iklan turun, perusahaan harus memangkas karyawan besar-besaran.
Karyawan merasa dikhianati karena janji “kita ini keluarga” tiba-tiba berubah jadi “maaf, kamu harus pergi”.
Artikel Terkait
Benarkah Punya Pekerjaan Impian Bikin Kamu Merasa Seperti Tak sedang Bekerja?
Menggabungkan HR dan IT dalam Satu Divisi Tidak 100 Persen Ideal, Begini Risikonya!
10 Kota Ideal di Dunia Tahun 2025 menurut Gen Z, yang Penting Akses Kegiatan Budaya Mudah!
Analisis MIT: 95% Uji Coba Penerapan AI Generatif di Perusahaan Gagal, Apa Penyebabnya?
Pilih Budaya Kerja yang Sesuai Gaya Hidup Biar Nggak Dikit-dikit Resign! Ini Caranya
Budaya Kerja yang Menuntut Karyawan untuk Terus Membuktikan Diri Bisa Memicu Kelelahan