kubikel

Arsitek Data, Pekerjaan ‘Ngoprek’ Database yang Bisa Digaji hingga 50 Juta per Bulan

Selasa, 14 Oktober 2025 | 08:10 WIB
Arsitek data tak hanya soal paham teknologi semata namun butuh kombinasi keterampilan teknis dan kemampuan berpikir strategis. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

PejuangKantoran.com- Kalau kamu suka bekerja dengan data atau tertarik terjun ke dunia teknologi, mungkin kamu pernah dengar istilah Data Architect atau Arsitek Data. Namun, kamu mungkin juga bertanya-tanya sebenarnya mereka ini kerjanya apa?

Secara sederhana, arsitek data adalah orang yang bertanggung jawab membuat dan menjaga “rumah besar” tempat seluruh data perusahaan disimpan.

Mereka bukan cuma membuat database, tetapi juga memastikan data tersebut bisa diakses dengan cepat, aman, dan rapi untuk dipakai oleh tim lain seperti analis data, developer, atau tim manajemen.

Bayangkan kalau data perusahaan itu seperti tumpukan berkas di kantor. Kalau tidak ditata dari awal, lama-lama jadi seperti gudang berantakan yang membuat semua orang stres.

Nah, tugas arsitek data adalah membuat sistem penyimpanan yang rapi dan efisien supaya tidak jadi “spaghetti data”.

Baca Juga: Hidup Aktif di Tengah Kursi Kantor: Panduan Sehat untuk Pejuang 9-to-5

Mengapa profesi ini penting?

Sekarang, semua perusahaan berlomba-lomba memanfaatkan data untuk bikin keputusan bisnis. Dari e-commerce sampai perbankan, semuanya butuh data untuk analisis pelanggan, keamanan, sampai pengembangan produk baru.

Survei global bahkan menunjukkan lebih dari 80% perusahaan berencana meningkatkan investasi di bidang data dan AI. Artinya? Profesi yang berhubungan dengan data, terutama arsitek data, sedang sangat dicari.

Tanpa arsitek data, data perusahaan bisa berantakan, susah diakses, atau bahkan bocor. Makanya posisi ini dianggap vital dan biasanya berada di level strategis bersama Chief Data Officer atau kepala tim IT.

Berapa gajinya?

Ini bagian yang menarik. Di Indonesia, rata-rata gaji Data Architect bisa mulai dari Rp10 juta per bulan. Namun, untuk yang sudah berpengalaman, bisa tembus antara Rp18 juta sampai Rp50 juta per bulan.

Faktor yang menentukan biasanya adalah pengalaman, kemampuan teknis, dan ukuran perusahaan.

Apa saja tugas sehari-harinya?

Halaman:

Tags

Terkini