Arsitek Data, Pekerjaan ‘Ngoprek’ Database yang Bisa Digaji hingga 50 Juta per Bulan

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Selasa, 14 Oktober 2025 | 08:10 WIB
Arsitek data tak hanya soal paham teknologi semata namun butuh kombinasi keterampilan teknis dan kemampuan berpikir strategis. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Arsitek data tak hanya soal paham teknologi semata namun butuh kombinasi keterampilan teknis dan kemampuan berpikir strategis. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Walaupun banyak yang mengira arsitek data hanya kerja dengan SQL atau database, padahal kenyataannya lebih luas dari itu. Beberapa tanggung jawab utamanya adalah:

- Menganalisis kebutuhan bisnis dan menerjemahkannya ke sistem data yang bisa digunakan semua tim.

- Mendesain struktur penyimpanan data yang bisa bertahan untuk jangka panjang.

- Mengawasi alur data dari berbagai aplikasi agar tetap aman dan efisien.

- Bekerja sama dengan programmer, analis, dan tim data lainnya.

Intinya, mereka adalah orang yang memastikan data tetap rapi, aman, dan gampang dipakai.

Baca Juga: Post-holiday Turnover, Resign Setelah Liburan. Apa yang Bisa Dilakukan Karyawan dan Atasan?

Cara jadi arsitek data

Kalau kamu tertarik jadi arsitek data, ini kira-kira jalur yang bisa kamu tempuh:

- Mulai dari kuliah di bidang IT atau komputer. Tidak wajib, tetapi sangat membantu.

- Magang atau kerja dulu di posisi IT, database, atau programming.

- Ambil sertifikasi seperti Certified Data Professional (CDP) untuk nilai tambahan.

- Bangun pengalaman 3 – 5 tahun di bidang pemrograman dan manajemen data.

- Apply ke posisi arsitek data di perusahaan teknologi, finansial, kesehatan, atau institusi besar lainnya.

Profesi ini cocok kalau kamu suka:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X