Walaupun banyak yang mengira arsitek data hanya kerja dengan SQL atau database, padahal kenyataannya lebih luas dari itu. Beberapa tanggung jawab utamanya adalah:
- Menganalisis kebutuhan bisnis dan menerjemahkannya ke sistem data yang bisa digunakan semua tim.
- Mendesain struktur penyimpanan data yang bisa bertahan untuk jangka panjang.
- Mengawasi alur data dari berbagai aplikasi agar tetap aman dan efisien.
- Bekerja sama dengan programmer, analis, dan tim data lainnya.
Intinya, mereka adalah orang yang memastikan data tetap rapi, aman, dan gampang dipakai.
Baca Juga: Post-holiday Turnover, Resign Setelah Liburan. Apa yang Bisa Dilakukan Karyawan dan Atasan?
Cara jadi arsitek data
Kalau kamu tertarik jadi arsitek data, ini kira-kira jalur yang bisa kamu tempuh:
- Mulai dari kuliah di bidang IT atau komputer. Tidak wajib, tetapi sangat membantu.
- Magang atau kerja dulu di posisi IT, database, atau programming.
- Ambil sertifikasi seperti Certified Data Professional (CDP) untuk nilai tambahan.
- Bangun pengalaman 3 – 5 tahun di bidang pemrograman dan manajemen data.
- Apply ke posisi arsitek data di perusahaan teknologi, finansial, kesehatan, atau institusi besar lainnya.
Profesi ini cocok kalau kamu suka: