PejuangKantoran.com - Organizer umumnya merujuk pada seseorang yang suka menjaga keteraturan dalam berbagai aspek kehidupan mereka. Ia punya skill yang kuat dalam penyelenggaraan acara, dan senang berpartisipasi dalam kegiatan yang memungkinkan mereka mengatur ruang dan jadwal.
Ia telaten melakukan tugas-tugas harian seperti memprioritaskan tugas-tugas seperti memastikan area rapi, mencatat tenggat waktu serta tanggal-tanggal penting dengan cermat. Selain itu tentunya, memastikan semua berjalan sesuai rencana.
Namun, pengelolaan itu sendiri sebenarnya merupakan keterampilan penting di hampir semua profesi. Jadi kalau kamu orangnya terorganisir banget, suka mengatur, dan berinteraksi dengan orang lain, coba pertimbangkan pekerjaan yang melibatkan pengorganisasian.
Baca Juga: 4 Keterampilan Penting yang Harus Dimiliki Jika Ingin Bekerja sebagai Event Organizer (EO)
1. Event organizer
Pekerjaan penyelenggara acara dimulai dari perencanaan, koordinasi, hingga pelaksanaan acara dari awal hingga akhir. Dalam prosesnya, kamu harus mengelola anggaran, memastikan venue tersedia sesuai jadwal, menyewa vendor, hingga menangani logistik seperti katering, dekorasi, dan transportasi.
Event organizer juga menangani pemasaran, komunikasi dengan para tamu, dan manajemen di lokasi untuk memastikan acara berjalan sukses.
2. Project manager
Sebagai project manager, kamu harus melacak pekerjaan dan menetapkan jadwal penyelesaian beserta tenggat waktunya. Untuk itu kamu harus mendelegasikan tugas kepada tim proyek, mengidentifikasi potensi risiko, dan memastikan proyek selesai sesuai anggaran dan dengan hasil yang memenuhi standar.
Melakukan koordinasi dengan tim, mengelola sumber daya, dan memastikan para pemangku kepentingan mendapatkan informasi secara berkala, juga menuntut kemampuan komunikasi yang mumpuni.
Baca Juga: Syarat Menjadi Pramugari Singapore Airlines, berikut Tahapan dalam Proses Rekrutmennya
3. Account manager
Account manager berperan sebagai penghubung antara perusahaan dan klien. Ia bertanggung jawab menanggapi kebutuhan dan kekhawatiran klien secepat dan seefektif mungkin, untuk membangun dan memelihara hubungan yang kuat.
Karena itu ia harus memantau perkembangan klien secara berkala, memastikan mereka menerima layanan yang sesuai anggaran, mencapai target penjualan, bahkan mencari peluang upsell (menawarkan layanan yang lebih mahal).
Membuat laporan kemajuan untuk klien, mengurus perpanjangan kontrak, serta berkoordinasi dengan tim internal untuk mendapat solusi juga merupakan beberapa tugas account manager.