Demi Menjaga Kerahasiaan Identitas, Benarkah Calon Intelijen bakal Dicoret dari Kartu Keluarga?

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Kamis, 30 Oktober 2025 | 09:11 WIB
Ilustrasi: Seorang intel akan berurusan dengan keamanan nasional. Oleh karena itu lembaga harus menjaga kerahasiaan identitasnya dengan ketat. (IMDb)
Ilustrasi: Seorang intel akan berurusan dengan keamanan nasional. Oleh karena itu lembaga harus menjaga kerahasiaan identitasnya dengan ketat. (IMDb)

PejuangKantoran.com - Belakangan ini media sosial diramaikan oleh kabar bahwa calon intelijen yang sedang menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) harus dihapus dari KK (Kartu Keluarga) demi menjaga kerahasiaan identitas.

Isu ini menimbulkan banyak kebingungan di kalangan pelajar dan calon pendaftar sekolah kedinasan di bawah Badan Intelijen Negara (BIN) tersebut.

Namun, ternyata kabar itu tidak sepenuhnya benar. Calon taruna tidak dihapus dari KK, melainkan identitasnya dijaga ketat.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Siap Cairkan Kenaikan Tukin ASN Kementerian ESDM, Tunggu Prosedur Resmi Selesai

Faktanya, para taruna dan lulusan STIN memang memiliki identitas yang dijaga dengan sangat ketat. Namun, mereka tidak akan dihapus dari dokumen kependudukan seperti KK atau KTP.

Informasi pribadi mereka tetap tercatat secara resmi di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), sama seperti warga negara lainnya.

Langkah menjaga kerahasiaan ini dilakukan karena mereka akan bekerja di dunia intelijen, bidang yang sangat sensitif dan berkaitan langsung dengan keamanan nasional.

Karena itu, wajah dan nama taruna STIN biasanya tidak ditampilkan secara terbuka di media sosial atau situs resmi kampus. Bahkan, daftar nama peserta yang diterima pun tidak diumumkan ke publik, melainkan disampaikan secara pribadi.

Mengapa tidak bisa dihapus dari KK?

Isu penghapusan dari Kartu Keluarga jelas tidak masuk akal. Ini karena KK merupakan dokumen resmi negara yang mencatat seluruh anggota keluarga, dan tidak bisa diubah tanpa alasan hukum yang sah, seperti meninggal dunia atau pindah alamat.

Baca Juga: Akhirnya Sandra Dewi Berhenti Melawan, Relakan Aset-aset Mewahnya Disita Kejagung

Selain itu, dalam proses seleksi STIN, setiap calon mahasiswa justru diwajibkan mendapatkan izin dari orang tua atau wali melalui surat pernyataan resmi.

Ini membuktikan bahwa data keluarga tetap menjadi bagian penting dari proses administrasi, Karena itu tidak bisa dihapus begitu saja meskipun harus menjaga kerahasiaan identitas.

Apa itu STIN?

Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) adalah sekolah kedinasan resmi di bawah BIN. Tujuannya untuk mencetak calon intelijen profesional yang siap menjaga keutuhan dan keamanan negara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Telisik.id, Kompas.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X