- Kelilingi diri dengan orang gritty
- Lingkungan membentuk ketekunan. Bergabunglah dengan komunitas yang punya nilai serupa (guru inovatif, pelari pemula, rekan pembelajar).
- Belajar dari mereka yang tetap melangkah walau berat.
Kata Kawasaki, ketika berada di antara orang-orang yang mudah menyerah, maka kamu pun menjadi ikut mudah menyerah.
Baca Juga: Loud Leaving, Tren Baru yang Katanya Bisa Membuat Budaya Kerja Lebih Sehat. Benarkah?
- Tumbuhkan rasa syukur dan tujuan spiritual
- Grace memperkuat grit. Ketika seseorang sadar bahwa perjuangannya bermakna maka ia akan cenderung lebih tahan banting.
- Latih rasa syukur setiap hari, misal dengan menuliskan 3 hal kecil yang berjalan baik.
- Yang harus diingat, grit bukan keras kepala, tapi tekad yang bijaksana. Artinya ketika ada masukan hingga kamu menilai (secara profesional) proyek idealisme kamu tidak mungkin berlanjut, maka harus berani menerima bukan “ngotot” meneruskan.
***