- Kelilingi diri dengan orang gritty
- Lingkungan membentuk ketekunan. Bergabunglah dengan komunitas yang punya nilai serupa (guru inovatif, pelari pemula, rekan pembelajar).
- Belajar dari mereka yang tetap melangkah walau berat.
Kata Kawasaki, ketika berada di antara orang-orang yang mudah menyerah, maka kamu pun menjadi ikut mudah menyerah.
Baca Juga: Loud Leaving, Tren Baru yang Katanya Bisa Membuat Budaya Kerja Lebih Sehat. Benarkah?
- Tumbuhkan rasa syukur dan tujuan spiritual
- Grace memperkuat grit. Ketika seseorang sadar bahwa perjuangannya bermakna maka ia akan cenderung lebih tahan banting.
- Latih rasa syukur setiap hari, misal dengan menuliskan 3 hal kecil yang berjalan baik.
- Yang harus diingat, grit bukan keras kepala, tapi tekad yang bijaksana. Artinya ketika ada masukan hingga kamu menilai (secara profesional) proyek idealisme kamu tidak mungkin berlanjut, maka harus berani menerima bukan “ngotot” meneruskan.
***
Artikel Terkait
Inilah Pentingnya Menerapkan Kecerdasan Emosional atau EQ dalam Kepemimpinan Supaya Efektif
Jangan Langsung Tersulut Emosi, Lakukan 4 Langkah Ini Jika Atasan Bersikap Pasif-Agresif
Melamar Kerja Jadi Sales? Ini 5 Keterampilan Penjualan yang Wajib Ditulis di CV Biar Cepat Dilirik HRD!
Supaya Betah Kerja dan Tidak Mudah Resign, Pilih Budaya Kerja yang Sesuai Gaya Hidup Kamu
Lowongan Kerja Team Leader Admin Sales Support di Mi-Won (PT Daesang Ingredients Indonesia)
Canva Level Up! Sekarang Kamu Bisa Bikin Email, Video, dan Desain Interaktif Sekaligus di Aplikasi Ini