Apa Fase Terkeras dalam Budaya Kerja Menurut Chief Evangelist Canva? Bagaimana Cara Meningkatkan Keterampilannya?

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 10 November 2025 | 12:05 WIB
Grit adalah fase terkeras dalam budaya kerja. Apa yang perlu dilakukan untuk meningkatkan keterampikan ini? (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Grit adalah fase terkeras dalam budaya kerja. Apa yang perlu dilakukan untuk meningkatkan keterampikan ini? (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
  1. Kelilingi diri dengan orang gritty
  • Lingkungan membentuk ketekunan. Bergabunglah dengan komunitas yang punya nilai serupa (guru inovatif, pelari pemula, rekan pembelajar).
  • Belajar dari mereka yang tetap melangkah walau berat.

Kata Kawasaki, ketika berada di antara orang-orang yang mudah menyerah, maka kamu pun menjadi ikut mudah menyerah.

Baca Juga: Loud Leaving, Tren Baru yang Katanya Bisa Membuat Budaya Kerja Lebih Sehat. Benarkah?

  1. Tumbuhkan rasa syukur dan tujuan spiritual
  • Grace memperkuat grit. Ketika seseorang sadar bahwa perjuangannya bermakna  maka ia akan cenderung lebih tahan banting.
  • Latih rasa syukur setiap hari, misal dengan menuliskan 3 hal kecil yang berjalan baik.
  • Yang harus diingat, grit bukan keras kepala, tapi tekad yang bijaksana. Artinya ketika ada masukan hingga kamu menilai (secara profesional) proyek idealisme kamu tidak mungkin berlanjut, maka harus berani menerima bukan “ngotot” meneruskan.

***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber, Ideasonstage.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X