Pejuangkantoran.com – Ketika kamu hendak melamar pekerjaan ke sebuah Perusahaan, tentu besar gaji, tunjangan, fasilitas, hingga budaya kerja, kesempatan berkembang, dan rasa dihargai yang dijanjikan di Perusahaan tersebut menjadi alasan penting bagi kamu.
Ini adalah Employee Value Proposition (EVP), yaitu janji dan nilai tukar yang ditawarkan perusahaan kepada karyawan sebagai imbalan atas keterlibatan, kinerja, dan kontribusi mereka.
Janji ini sifatnya tangible (nyata) seperti gaji, tunjangan, fasilitas, maupun yang intangible seperti budaya kerja, kesempatan berkembang, makna pekerjaan, dan rasa dihargai.
EVP tak hanya penting bagi karyawan (employee) atau calon karyawan, namun juga bagi Perusahaan.
Sebuah studi dari Harvard Business Review, seperti yang dikutip dalam artikel Your Employee Value Proposition di Medium.com, menemukan bahwa perusahaan dengan EVP yang kuat memiliki tingkat pergantian karyawan 69% lebih rendah dibandingkan dengan perusahaan dengan EVP yang lemah.
Hal yang sama juga ditemukan oleh sebuah studi dari LinkedIn, yang juga dikutip oleh artikel ini. Studi tersebut menemukan bahwa organisasi dengan EVP yang kuat memiliki tingkat pergantian karyawan 28% lebih rendah dibandingkan dengan organisasi dengan EVP yang lemah.
Baca Juga: China Buka Lowongan Kerja Jadi Pemberi Makan Harimau dengan Gaji Rp100 Juta Per Bulan
Tidak dipungkiri, EVP menjadi fondasi strategi employer branding dan memiliki dampak langsung pada daya saing perusahaan dalam menarik dan mempertahankan talenta terbaik.
Beberapa alasan mengapa EVP itu penting:
- Menarik kandidat berkualitas: EVP yang kuat membuat perusahaan menonjol di pasar tenaga kerja dan menarik pelamar yang cocok secara budaya dan kompetensi.
- Meningkatkan retensi karyawan: Karyawan lebih cenderung bertahan bila merasa “nilai tukarnya” adil dan selaras dengan aspirasi mereka.
- Meningkatkan motivasi dan kinerja: Karyawan yang merasa dihargai dan berkembang akan bekerja lebih produktif dan berkomitmen tinggi.
- Memperkuat budaya dan identitas Perusahaan: EVP membantu memperjelas karakter dan nilai organisasi di mata internal maupun eksternal.
- Efisiensi biaya rekrutmen dan turnover: Perusahaan dengan EVP kuat biasanya mengeluarkan biaya perekrutan dan penggantian karyawan lebih rendah.
Sebagai panduan kamu saat hendak menentukan Perusahaan incaran dengan mendasarkan pada EVP, EVP secara umum mencakup 5 dimensi, yaitu:
- Kompensasi dan Tunjangan: Gaji kompetitif, bonus, asuransi kesehatan, cuti, dan fleksibilitas kerja.
- Karier dan Pengembangan: Peluang pelatihan, promosi, mentoring, dan pertumbuhan profesional.
- Budaya dan Lingkungan Kerja: Suasana kerja yang inklusif, kolaboratif, dan suportif.
- Tujuan dan Nilai Perusahaan: Keselarasan antara nilai pribadi karyawan dan misi organisasi.
- Pengalaman Karyawan (Employee Experience): Bagaimana karyawan diperlakukan, diakui, dan diberi makna dalam pekerjaannya.
Jadi, secara umum EVP itu ibarat "janji surga", “janji emosional dan profesional” antara perusahaan dan karyawan. Sama seperti brand value bagi konsumen, EVP adalah “reason to believe” bagi karyawan. ***