Ternyata Kalau Karyawan Google Meninggal, Keluarganya Masih Dapat Tunjangan Sampai 10 Tahun

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Rabu, 9 April 2025 | 10:10 WIB
Sebelumnya Google didenda Uni Eropa lebih dari US$8,3 miliar atau Rp1134 triliun terkait praktik antipersaingan di sektor layanan perbandingan harga, sistem operasi Android, dan iklan digital. (Google.com)
Sebelumnya Google didenda Uni Eropa lebih dari US$8,3 miliar atau Rp1134 triliun terkait praktik antipersaingan di sektor layanan perbandingan harga, sistem operasi Android, dan iklan digital. (Google.com)

PejuangKantoran.com – Kalau bicara soal fasilitas kerja, Google memang sudah lama dikenal sebagai salah satu tempat kerja paling ideal. Dari makanan gratis, potong rambut tanpa biaya, sampai toilet canggih—semuanya tersedia.

Tapi ternyata, ada satu tunjangan dari Google yang nggak banyak orang tahu: tunjangan untuk keluarga karyawan yang sudah meninggal dunia.

Tunjangan ini nggak berhenti saat kamu pensiun atau resign, tapi masih tetap berjalan bahkan setelah kamu sudah tiada. Kalau seorang karyawan Google yang berbasis di Amerika meninggal dunia, pasangannya—baik pasangan resmi maupun pasangan domestik—akan menerima 50% dari gaji tahunannya, setiap tahun selama 10 tahun. Hebatnya, tunjangan ini berlaku tanpa syarat masa kerja minimal, jadi hampir semua karyawan bisa mendapatkannya.

Baca Juga: Ternyata The Trump Store di Dalam Trump Hotel Pernah Menjual Merchandise Made In China!

Selain itu, seluruh saham yang belum vested akan langsung diberikan, dan anak-anaknya juga mendapat tunjangan bulanan sebesar $1.000 hingga usia 19 tahun, atau sampai 23 tahun kalau masih kuliah penuh waktu.

Menurut Laszlo Bock, mantan Chief People Officer Google, tujuan mereka memberi tunjangan ini bukan untuk keuntungan bisnis. Justru sebaliknya—mereka melakukannya karena percaya itu adalah hal yang benar. Google paham bahwa kehilangan pasangan adalah salah satu masa paling berat dalam hidup, dan mereka ingin setidaknya bisa membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

Budaya peduli seperti ini sebenarnya sudah dibangun sejak Google masih kecil. Bahkan saat jumlah karyawan belum sampai 100 orang, Sergey Brin—salah satu pendiri Google—pernah mengusulkan agar semua karyawan yang punya anak bisa difasilitasi dengan pengasuh anak. Meski sekarang konsepnya sudah disesuaikan, Google tetap menyediakan daycare di kantor, meskipun biaya bulanannya katanya cukup tinggi.

Baca Juga: Sarapan Juga Harus Pilih-pilih Lho, Ini 6 Makanan yang Sebaiknya Nggak Kamu Makan Saat Sarapan

Untuk tunjangan orang tua baru, Google juga termasuk yang paling unggul. Ibu yang baru melahirkan bisa cuti hingga 18 minggu dengan gaji penuh, dan ayahnya mendapat cuti 6 minggu. Selama masa cuti itu, saham kamu tetap terus berjalan. Cukup membantu buat kamu yang baru punya anak, kan?

Yang menarik, Google nggak fokus hanya pada usia atau posisi kamu di perusahaan, tapi lebih ke kebutuhan hidup yang sedang kamu hadapi. Entah kamu sedang mengurus orang tua lanjut usia, punya anak kecil, atau lagi fokus ke persiapan pensiun—Google berusaha menyesuaikan program dan tunjangan mereka agar sesuai dengan fase hidup kamu.

Baca Juga: Mau Menjadikan Fotomu Seperti Action Figure Dengan ChatGPT? Berikut Langkah-langkahnya!

Mereka juga aktif melakukan survei tahunan bernama Googlegeist untuk memahami kepuasan dan kebutuhan karyawan, plus menyediakan berbagai komunitas internal seperti “Grayglers” untuk para Googler senior. Ada juga email grup khusus buat bahas keuangan, parenting, bahkan saran untuk menu makanan kantor.

Pada akhirnya, buat Google, ini semua bukan soal uang. Mereka percaya bahwa lebih baik kerja di perusahaan yang peduli daripada yang cuek. Dan dengan menunjukkan kepedulian, budaya kerja yang sehat dan manusiawi bisa benar-benar tercipta.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Forbes

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X