Pejuangkantoran.com – Situasi seperti ini, barangkali cukup sering kamu hadapi saat ini. Kamu mendapatkan banyak informasi dan opsi, namun justru itu membuatmu bingung untuk memutuskan segera suatu hal yang penting.
Ini fenomena yang sebenarnya sudah diprediksi akan terjadi oleh Alvin Toffler dalam bukunya yang ia tulis bersama istrinya, Heidi Farrell, yang berjudul Future Shock pada tahun 1970.
Dalam Future Shock, Toffler menggambarkan bahwa masyarakat modern akan mengalami kecepatan perubahan yang begitu ekstrem, hingga menimbulkan guncangan psikologis dan sosial.
Toffler menyebut kondisi ini sebagai future shock, yaitu “Suatu keadaan ketika perubahan terjadi lebih cepat daripada kemampuan manusia untuk menghadapinya.”
Salah satu sumber utama future shock adalah information overload. Nah yang sering kamu alami dengan begitu banyaknya informasi (dan opsi) itu yang disebut sebagai information overload.
Dan ketika jumlah informasi yang diterima seseorang melebihi kapasitas otaknya untuk memprosesnya, bisa menyebabkan kebingungan, stres, ketidakmampuan mengambil keputusan, dan penurunan produktivitas.
Seperti kita alami saat ini, dengan berbagai macam medium informasi seperti web site dan media sosial, membuat “banjir bandang informasi” kita alami 24/7. Selam 24 jam dalam tujuh hari, informasi menghujani kita tanpa henti dan dengan berbagai macam sudut pandang.
Menurut Toffler penyebab information overload berasal dari beberapa sumber:
1. Perkembangan teknologi komunikasi
Televisi, media massa, surat kabar, komputer awal (pada masa Toffler) membuat manusia dibanjiri informasi lebih banyak dibanding generasi sebelumnya.
2. Pertumbuhan data yang terlalu cepat
Dunia modern membuat volume data meningkat jauh lebih cepat daripada kemampuan manusia untuk mengelolanya.
3. Overchoice (terlalu banyak pilihan)