kubikel

Kata Studi, Berhenti Kerja di Kantor Toxic Lebih Baik untuk Kesehatan Dibanding Berhenti Merokok!

Rabu, 17 Desember 2025 | 15:10 WIB
Ilustrasi: Resign karena stres di tempat kerja bukan hal yang memalukan, justru akan membuat kamu lebih lega. (Freepik/Rawpixel)

PejuangKantoran.com - Stres di tempat kerja kerap dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan profesional. Namun, riset menunjukkan bahwa dampaknya jauh melampaui rasa lelah atau kejenuhan.

Sebuah studi komprehensif yang dipimpin oleh Dr. Jeffrey Pfeffer dari Stanford University dan Dr. Joel Goh dari Harvard University mengungkap bahwa stres kerja dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan jangka panjang.

Dipublikasikan dalam jurnal Behavioral Science & Policy, penelitian ini menganalisis 228 studi yang menelaah hubungan antara berbagai faktor stres di tempat kerja dan dampaknya terhadap kesehatan.

Baca Juga: Film 'Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?' Mengisi Kekosongan Film Reliji di Timur Tengah dan Eropa

Hasilnya menunjukkan pola yang mengkhawatirkan: jam kerja panjang, minimnya kendali atas pekerjaan, ketidakamanan kerja, konflik antara pekerjaan dan kehidupan keluarga, serta rendahnya dukungan sosial di lingkungan kerja berkorelasi dengan meningkatnya risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, gangguan kesehatan mental, hingga penurunan harapan hidup.

Dalam beberapa kasus, dampak kesehatan dari stres kerja ini bahkan disamakan dengan paparan asap rokok pasif, dan disebut berpotensi lebih berbahaya dibandingkan kebiasaan merokok itu sendiri. Temuan ini menegaskan bahwa stres kerja bukan isu sepele, melainkan persoalan kesehatan masyarakat yang nyata.

Baca Juga: Lolos Seleksi dari 16 Ribu Film, Para Perasuk Siap Berkompetisi di Sundance Film Festival

Bukti ilmiah tersebut menyoroti urgensi menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat. Ini juga bukan menjadi alasan Anda untuk tidak berhenti merokok. Seperti diketahui, berhenti merokok juga memiliki banyak manfaat kesehatan berdasarkan penelitian. 

Perusahaan dan pembuat kebijakan memiliki peran penting dalam menekan risiko ini, mulai dari mendorong jam kerja yang lebih manusiawi, kepemimpinan yang suportif, peningkatan otonomi karyawan, hingga penerapan program pengelolaan stres. Upaya-upaya ini bukan hanya meningkatkan kesejahteraan pekerja, tetapi juga berkontribusi pada kehidupan yang lebih panjang dan lebih sehat.

Tags

Terkini