Pejuangkantoran.com – Perkembangan live-streaming (live-commerce) memang masih akan terus meningkat. Proyeksi pertumbuhan pasar global live-commerce ke depan masih sangat menjanjikan.
Menurut precedenceresearch.com, pertumbuhannya rata-rata sekitar 33% per tahun. Dengan nilai Rp331,6 triliun di tahun 2025, maka di tahun 2034 diprediksi bisa mencapai Rp4,32 kuadriiun.
Tak heran bila kebutuhan host untuk live straming/live-commerce juga meningkat terus. Seperti kita tahu, Kementerian Ketenagakerjaan mencatat lebih dari 10.000 lowongan untuk posisi host live streaming (peringkat ketujuh dalam daftar pekerjaan dengan permintaan tertinggi di pasar kerja nasional.)
Dengan persaingan yang sangat ketat di profesi ini, menjadi lumrah jika tuntutan kualitas host juga meningkat. Oleh karena itu, pelatihan-pelatihan atau kursus-kursus untuk host live-streaming makin banyak.
Misal, ada workshop kolaborasi Tik Tok Shop by Tokopedia dengan GIK Universitas Gajah Mada, ceritified Live Host Program di BINUS University, dan beberapa workshop lainnya.
Dalam workshop ini ada kebutuah akan livestream trainer. Secara umum, ini adalah profesi yang memberikan pelatihan, pengembangan, dan coaching kepada host livestream agar mereka dapat melakukan siaran langsung dengan baik, meningkatkan konversi (penjualan live shop), dan pada akhirnya meningkatkan performa tim livestream.
Baca Juga: Agar Live-Streaming Kamu Tetap Hidup dan Rame, Latih 7 Keterampilan Berikut Ini!
Adapun keterampilan yang dibutuhkan seorang livestream trainer adalah sebagai berikut:
1. Pemahaman ekosistem live commerce
Ini kompetensi utama:
- Alur live selling end-to-end (pre-live, live, post-live);
- Pola perilaku audiens live shopping; Strategi: opening hook, product pitching, urgency dan scarcity, bundling dan promo, closing dan CTA;
- Perbedaan gaya live: edukatif, hard selling, soft selling, hybrid.
2. Training design dan delivery (khusus host)
Bukan sekadar “mengajar”, tetapi membentuk performa host dengan:
- Menyusun modul pelatihan host;
- Onboarding host baru;
- Simulasi live (mock live);
- Shadowing dan on-the-job training;
- Standarisasi script, flow, dan SOP live.
3. Coaching performa host
- Evaluasi performa host berbasis rekaman live;
- Teknik feedback terstruktur (apa yang salah, mengapa, bagaimana memperbaiki)
- Perbaikan: artikulasi dan intonasi, gestur dan body language, pacing bicara, handling objection dan chat chaos
- Mengelola perbedaan karakter host (introvert, agresif, pasif)
4. Product dan sales knowledge (lintas industri)