kubikel

Berapa Kenaikan Gaji yang Sebaiknya Kita Minta? Begini Hitungan Angka yang Masuk Akal

Kamis, 1 Januari 2026 | 13:59 WIB
Ilustrasi: Saat minta kenaikan gaji, siapkan data yang menunjukkan standar gaji untuk posisi kamu di industri yang sama, dan bandingkan dengan gaji kamu. (Freepik/Rawpixel)

PejuangKantoran.com - Negosiasi soal gaji sering bikin kita deg-degan, sehingga kita jadi ragu untuk mengajukannya pada atasan. Belum lagi ketika muncul pertanyaan klasik seperti, "Berapa kenaikan gaji yang sebaiknya saya minta?"

Memang kenaikan gaji umumnya disesuaikan dengan kondisi perusahaan, tapi kalau sudah tiga tahun tanpa penyesuaian kok rasanya kebangetan. Namun tetap saja kamu khawatir angka yang kamu minta terlalu tinggi atau justru terlalu rendah.

Dengan persiapan yang tepat, sebenarnya diskusi semacam ini bisa berjalan lebih percaya diri dan profesional. Sebelum masuk ke ruang HR atau bertemu atasan, pahami bahwa kenaikan gaji adalah bagian alami dari perkembangan karier kamu.

Baca Juga: Kapan Waktu yang Pas untuk Minta Kenaikan Gaji, biar Nggak Dikira Kepedean?

Kalau tanggung jawab kamu bertambah, KPI tercapai (bahkan mungkin terlampaui), atau kontribusimu berdampak nyata bagi perusahaan, wajar kok kalau kamu untuk mengajukan kompensasi yang lebih baik.

Tantangan berikutnya adalah menentukan angka yang masuk akal. Cara menentukannya adalah dengan mengevaluasi kinerja dan kontribusi pribadi kamu. Apakah kamu melampaui ekspektasi pekerjaan, membantu memimpin proyek, atau berhasil memperbaiki proses kerja?

Semua pencapaian ini adalah senjata utama saat menjelaskan alasan mengapa kamu minta kenaikan gaji. Semakin konkret datanya, semakin kuat posisi kamu.

Selanjutnya, perhatikan standar persentase kenaikan gaji. Berdasarkan survei anggaran gaji Payscale, rata-rata kenaikan gaji di tahun 2024 berada di kisaran 3,6%, turun dari 4% pada 2023.

Untuk 2025, perusahaan di Amerika Serikat memproyeksikan kenaikan sekitar 3,5%. Artinya, jika kamu hanya menjalani kenaikan tahunan biasa, angka 3–4% sudah tergolong normal.

Namun, untuk kinerja luar biasa atau promosi, kenaikan 10–20% masih dianggap wajar.

Baca Juga: Gaji Tahunan Pangeran William Terungkap: Menghasilkan Sekitar $30 Juta dari Aset Milik Kerajaan

Di Indonesia, menurut Jobstreet persentase kenaikan gaji normalnya sekitar 5-10% per tahun. Angka tersebut tergantung dari kebijakan perusahaan soal jabatan, kinerja karyawan, dan situasi ekonomi.

Selain itu, kamu juga perlu membandingkan gaji dengan standar industri. Kamu bisa mencari data gaji berdasarkan posisi, industri, dan lokasi melalui berbagai sumber tepercaya.

Dengan begitu, kamu tahu apakah gajimu saat ini berada di bawah, sesuai, atau di atas rata-rata pasar.

Faktor lain yang sering terlupakan adalah inflasi dan biaya hidup. Kamu tidak harus menunggu promosi untuk meminta penyesuaian gaji.

Halaman:

Tags

Terkini