Jika inflasi meningkat, kenaikan gaji berbasis cost of living dapat membantu menjaga daya beli tetap stabil. Misalnya, inflasi tahunan 2–4% bisa menjadi dasar permintaan penyesuaian.
Sekarang masuk ke hitung-hitungan sederhana. Cara menghitung kenaikan gaji cukup mudah. Pakai gaji tahunan kamu saat ini, tentukan persentase kenaikan, lalu kalikan.
Contohnya, jika gaji kamu Rp10 juta per bulan, dan kenaikan gaji secara rutin 5%. Maka kenaikannya adalah Rp500 ribu, sehingga gaji baru kamu menjadi Rp10.500.000.
Baca Juga: Era Surat Berakhir di Denmark: Layanan Pos Tradisional Dihentikan setelah 400 Tahun
Namun dengan catatan jika kamu sudah melakukan sejumlah pencapaian, katakanlah kamu meminta kenaikan sebesar 15%. Maka kenaikannya dari Rp10 juta adalah Rp1,5 juta, sehingga gaji kamu menjadi Rp11.500.000.
Intinya, menjawab pertanyaan "berapa kenaikan gaji yang sebaiknya saya minta?" harus mempertimbangkan evaluasi diri, data pasar, dan perhitungan yang realistis.
Nah, dengan data yang sudah kamu siapkan itu, kamu bisa minta kenaikan gaji dengan santai tanpa beban. Meski begitu, tetaplah realistis dengan keputusan dari atasan dengan segala pertimbangannya.
Jika permohonan kamu tidak dikabulkan, mungkin kamu perlu mulai berpikir untuk mencari pekerjaan di tempat lain.
Artikel Terkait
Sayuran Terbaik untuk Kesehatan Jantung, Menurut Ahli Kardiologi
Sekarang Pengguna Bisa Mengubah Alamat Gmail yang Sudah Ada dengan Fitur Baru dari Google
Ketika Wawancara Kerja Kamu Diajak Untuk Ngopi Terlebih Dahulu, Kamu Perlu Paham Hal Penting Berikut Ini!
Perilaku Kecil Seperti Menyela Pembicaraan Orang Lain Bisa Berdampak Buruk pada Hubungan Kerja Lho!
Mulai Tahun 2026, Main Game Online Tak Bakal Ngelag Lagi Karena 5G-Advanced. Apa Saja Perbedaaanya dengan 5G?
Cerita Imam Darto Nekad Membuat Gisella Anastasia Tampil Berhijab di Film 'Modual Nekad'
Ini Keju Terbaik di Dunia 2025 Menurut World Cheese Awards