kubikel

Stephanus Widjanarko Lulusan ITB yang Jadi Penentu Performa Mobil F1, Tugasnya Seperti Berikut Ini!

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:25 WIB
Profesi Aero Development di F1 seperti Stephanus Widjanarko ternyata sangat menentukan performa mobil di balapan ini.

 

Pejuangkantoran.com – Nama Stephanus Widjanarko sedang hangat dibicarakan saat ini. Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menjadi headline medasional karena profesinya yang erat dengan balap Formula 1 (F1).

Nama Stephanus Widjanarko terpampang resmi pada livery khusus mobil Cadillac F1 Team yang dipakai untuk sesi uji coba perdana di Barcelona di akhir Januari ini (medcom.id – 15/01/2026).

Nama yang tercantum pada livery mobil balap Cadillac F1 Team ini adalah bentuk penghormatan kepada anggota pendiri tim teknis mereka. Stephanus adalah salah satu otak di balik pengembangan mobil balap tim F1 yang didukung oleh General Motors (GM) ini.

Dari halaman di akun LinkedIn, Stephanus menyebut dirinya adalah Lead Engineer – Aero Development untuk Cadillac Formula 1. Bukan sekadar kontrak, namum status lulusan Teknik Mesin ITB ini full-time sejak Maret 2025.

Dan kiprah peraih Master di bidang Engineering Fluid Dynamis dari University of Twente, Belanda ini sebelumnya juga sudah berada di profesi yang sama namun di tim Andretti Global. Full-time juga sejak Februari 2025.

Baca Juga: Akhirnya Terungkap, Judul Film Bertema Formula 1 yang Dibintangi Brad Pitt

Peran Penting di F1

Balap Formula 1 tidak main-main dan salah satu hal yang menentukan performa mobil balap F1.

Aero Development adalah fungsi inti dalam Formula 1 yang secara langsung menghubungkan ilmu aerodinamika dan teknik fluida dengan keunggulan kompetitif mobil di lintasan.

Aero Developmet ini erat kaitannya dengan “desain sayap” pada mobil F1. Namun bukan sekadar desain, Aero Development tugasnya adalah:

  • menemukan aerodynamic gain (keuntungan performa),
  • memvalidasinya secara ilmiah,
  • dan mengimplementasikannya ke mobil balap secepat dan seaman mungkin.

Jadi ilmu fluida yang dikuasai Stephanus akan menentukan secara ilmiah desain semua sayap yang ada di mobil F1. Sebab, pada kecepatan mobil F1 yang rerata antara 250-350 Km/jam, 80% performanya ditentukan, salah satunya, oleh aerodinamika.

Perbedaan waktu putaran mobil F1 adalah mili-detik. Dan hal ini ditentukan oleh aliran udara,  gaya tekan (downforce), hambatan (drag), dan stabilitas aliran di berbagai kondisi lintasan.

Oleh karena itu aerodinamika adalah faktor kunci di balap jet darat ini.

Halaman:

Tags

Terkini