Stephanus Widjanarko Lulusan ITB yang Jadi Penentu Performa Mobil F1, Tugasnya Seperti Berikut Ini!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Jumat, 16 Januari 2026 | 17:25 WIB
Profesi Aero Development di F1 seperti Stephanus Widjanarko ternyata sangat menentukan performa mobil  di balapan ini.
Profesi Aero Development di F1 seperti Stephanus Widjanarko ternyata sangat menentukan performa mobil di balapan ini.

Tugas Aero Development

Seorang Aero Development Engineer di F1 berperan dalam merancang front wing, rear wing, floor dan diffuser, sidepod, serta cooling duct.

Tujuan utama desain adalah memaksimalkan downforce, meminimalkan drag, menjaga stabilitas aliran (flow consistency).

Untuk membangun karier sebagai Aero Development Engineer di Formula 1, fokus pendidikan harus pada mekanika fluida, aerodinamika, dan penerapan engineering tingkat lanjut.

Di banyak negara, jalur pendidikan yang efektif bisa melalui program sarjana (S1/Bachelor) dan lanjutan (S2/Master) di disiplin terkait.

Program diploma (D3/D4) bisa memberikan dasar teknis kuat, namun untuk masuk ke peran F1 yang kompetitif, dibutuhkan kelanjutan ke gelar sarjana atau pengalaman profesional lanjutan.

Baca Juga: Dari Rumah Penjual Es ke ITB, Avan Ferdiansyah Buktikan Mimpi Tak Mengenal Batas

Berikut daftar jurusan/program studi yang paling relevan, beserta alasan profesional (keterampilan yang dipelajari), antara lain Teknik Mesin (Mechanical Engineering), Teknik Energi dan Fluida (Fluid Engineering / Thermal–Fluids), Rekayasa Aerodinamika / Aerodynamics Engineering, Teknik Otomotif (Automotive Engineering).

Atau program diploma seperti Teknik Mesin (Diploma), Teknik Pemesinan / Manufacturing, Teknik Aeronautika / Avionik (Diploma), Teknik Desain Produk / CAD–CAE–CAM.

Akan menjadi lebih kuat jika ditambah program diploma yang fokus pada keterampilan CAD dan pemodelan, fabrication dan  prototyping, serta pengoperasian alat ukur aliran.

Untuk level master, kompetitif, banyak profesional F1 juga memiliki gelar di bidang Master in Fluid Dynamics / Aerodynamics, Master in Aerospace Engineering, Master in Formula 1 Engineering (jika tersedia), Master in Motorsport Engineering.

Ini semua untuk memperkuat kemampuan penelitian, pengalaman laboratorium, publikasi teknik, koneksi industri. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Medcom.id, Berbagai Sumber, LinkedIn Stephanus Widjanarko

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X