kubikel

Bangun Terlalu Pagi Bisa Merusak Kesehatan, Kata Ilmuwan Oxford

Rabu, 11 Februari 2026 | 08:01 WIB
Durasi jam kerja yang panjang tidak lalu menjadikan pekerja menjadi lebih produktif. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

PejuangKantoran.com - Selama ini, bangun pagi sering dianggap sebagai tanda disiplin dan produktivitas. Namun sains justru berkata sebaliknya. Memulai pekerjaan sebelum pukul 10 pagi ternyata bisa berdampak buruk bagi kesehatan tubuh dan mental.

Hal ini diungkapkan oleh Dr. Paul Kelley dari University of Oxford, pakar di bidang sleep and circadian neuroscience.

Menurut Kelley, tubuh manusia bekerja berdasarkan ritme sirkadian, jam biologis internal yang mengatur kapan kita seharusnya tidur, bangun, dan berfungsi optimal. Ketika seseorang dipaksa bekerja terlalu pagi, terutama saat tubuh masih membutuhkan istirahat, sistem biologis akan mengalami tekanan. Jantung dan otak dipaksa bekerja dalam kondisi belum siap, yang memicu stres fisiologis.

Baca Juga: Seberapa Banyak, Kebanyakan Minum Kopi? Apa Efeknya Buat Kamu?

Dampaknya bukan hanya rasa kantuk. Kurang tidur dan gangguan ritme tubuh dapat menyebabkan sulit fokus, penurunan daya ingat, meningkatnya kecemasan, hingga risiko gangguan kesehatan jangka panjang. Dalam konteks kerja, kondisi ini justru membuat produktivitas menurun, bukan meningkat.

Dr. Kelley menilai bahwa menggeser jam mulai kerja ke waktu yang lebih siang adalah solusi yang masuk akal dan sehat secara medis.

Tubuh yang cukup tidur terbukti lebih kreatif, lebih stabil secara emosional, dan memiliki energi yang lebih konsisten sepanjang hari. Dengan kata lain, bekerja selaras dengan jam biologis justru membuat performa meningkat.

Baca Juga: Programmer China Meninggal karena Overwork: Gambaran Tragis Budaya Kerja di Asia Tenggara

Pandangan ini sekaligus mematahkan anggapan lama bahwa bangun lebih siang identik dengan malas. Faktanya, menyesuaikan waktu kerja dengan ritme alami tubuh adalah bentuk kepedulian terhadap kesehatan diri. Bukan soal jam berapa kita bangun, tetapi apakah tubuh kita benar-benar siap untuk bekerja.

Tags

Terkini